
Libanon Tak 100% Aman dari Makar Rezim Haus Darah Zionis
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrallah menyatakan bahwa Zionis Israel saat ini tak berkutik. Ditambahkannya, “Meski demikian, ada kemungkinan rezim ini menyerang kembali Lebanon.” Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRNA, Nasrallah dalam konferensi pers yang bertepatan dengan peringatan pembebasan tahanan Lebanon dan Arab dari penjara Israel, hari Kamis, mengatakan, “Rezim Zionis Israel adalah musuh yang haus darah. Seseorang tidak dapat menyatakan bahwa Lebanon sudah aman dari konspirasi dan makar rezim ini.”
Lebih lanjut Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, “Ada kemungkinan Israel kembali menyerang Lebanon dengan berbagai alasan. Namun perang berikutnya tidaklah seperti perang sebelumnya. Rezim Zionis juga akan membayar mahal untuk menghadapi muqawamah.”
Dalam bagian pernyataannya, Sayid Hasan Nasrallah seraya menyinggung sikap para pejabat Mesir terhadap bangsa Palestina dan rakyat yang diblokade di Gaza, mengatakan, “Saya masih menuding bahwa para pejabat Mesir tidak peduli atas tragedi kemanusiaan di Gaza. Sebab, mereka berbohong kepada dunia Arab dan Islam. Hingga kini, pintu gerbang Rafah masih tertutup.” Menyinggung sikap para pejabat Mesir yang tidak mengizinkan kapal pengangkut bantuan kemanusiaan Republik Islam Iran, Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, “Pesisir Lebanon siap menyambut kapal tersebut.”
Dalam kesempatan tersebut, Sayid Hasan Nasrallah juga menyebut moqawamah sebagai hak bangsa Palestina dan Lebanon. Ketika menjawab pertanyaan seorang wartawan, Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, “Dalam kondisi apapun, moqawamah merupakan hak kami. Sikap sejumlah negara yang tidak mendukung moqawamah, sama sekali tidak berpengaruh pada tekad kuat kami.”
Mengenai perubahan kebijakan Washington pasca kepresidenan Barack Obama, Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, “Kebijakan AS di kawasan masih berlandaskan pada politik perang. Tidak ada perbedaaan antara Bush dan Obama dalam masalah ini.”
Ketika menyinggung perang 22 hari, Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, Rezim Zionis Israel dalam perang tersebut tak mencapai target politik dan militernya. Dikatakannya pula, perang 22 hari sama dengan perang 33 hari Lebanon, tahun 2006. Beliau menambahkan, “Perang 22 hari juga didukung AS dan mitra-mitranya dari Barat.” Dikatakannya pula, AS dan Eropa yang semestinya mengecam agresi Israel ke Gaza, malah menyebut Hamas sebagai penyebab ketidakamanan di Gaza. Lebih lanjut, Sayid Hasan Nasrallah mengatakan, “Mereka yang tidak mengakui kemenangan Hizbullah Lebanon dalam perang 33 hari, juga melakukan hal yang sama dalam perang 22 hari. Mereka berupaya menghindar dari kenyataan.”
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>






[...] Sumber: Alif News [...]
Ping balik oleh Sekjen Hizbullah: Ada Kemungkinan Israel Kembali Menyerang Lebanon « Jakfary-STAIN Salatiga 31 Januari 2009 @ 11:39 amPejuang2Hizbullah takkan pernah takut akan setiap ancaman&segala bentuk tekanan yg diberikan rezim Zionis&konco2nya
Komentar oleh khadijah 10 Februari 2009 @ 10:25 amPertolongan ALLAH akan selalu menyertai
ALLAHU AKBAR