
Waspada Skopofilia !
Pak Muhsin, seorang guru yang kreatif namun agak pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. “Anak-anak.., di sebuah hutan, di suatu masa, ada pemuda yang suka berburu bernama Malin Kundang…”
Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Muhsin keliru, sehingga ia menyela, “Maaf, Pak! Pemburu itu kan mestinya bernama …”
“Ssstt…. Jangan memotong dulu. Kalau mau nanya nanti saja…,” sergah Pak Muhsin. “Nah, saya teruskan ya… Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Di tengah telaga itu dia melihat tujuh bidadari sedang mandi… Dia pun mengintip ketujuh bidadari itu dari balik sebuah pohon besar.”
Sementara para murid mulai menahan senyum, kebelet ketawa, sadarlah Pak Muhsin bahwa ia telah berbuat kekeliruan. Meskipun begitu, ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Dasar memang kreatif, setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide. Dengan cuek, ia lanjutkan ceritanya, …
“Namun tiba-tiba salah seorang bidadari terkejut melihatnya. Buru-buru naik, ambil pakaian, dan menghampiri Malin. Sambil berteriak, ditaboknya keras-keras wajah pemuda ‘skopofilia’ itu , Hei Malin Kundang! Ngapain kamu di sini? Seharusnya kan jaka Tarub yang ngintip kami ?!”
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>




