Filed under: Taklif
Senin 29 agustus 2011 sore hari devisi rukyah misbahul huda yang di tugaskan untuk memantau hilal di pulau gili berangkat menuju lokasi, mereka berasal dari empat daerah pandaan, bangil, lumajang, dan probolinggo, walaupun sudah mengetahui bakal tidak akan muncul hilal yang dilhat dengan mata telanjang dengan posisi altitude dua derajat akan tetapi demi terlaksananya sidang Itsbath devisi rukyah misbahul huda tetap melakukan pantauan demi memastikan realitas dalam hilal rukyah tersebut, mereka menggunakan perahu mesin selama 30 menit untuk sampai di lokasi.
sesuai dengan kesepakatan bersama divisi rukyah misbahul huda berupaya untuk memantau pada awal/akhir bulan khususnya rajab, sya’ban, ramadhan,dan mereka terbagi di empat titik, pantai nyamplung kobong jember, pulau gili probolinggo, malang , dan ngliyep blitar, guna memperkuat koordinasi pantuan hilal rukyah kadang divisi rukyah misbahul huda berkoordinasi dengan Malaysia dan Australia
Adapun Terkait dengan informasi bahwa akan ada potensi perbedaan 1 Syawal, hal tersebut memang dikarenakan bulan akan tampak setinggi dua derajat pada sore 29 Ramadhan. Sehingga jika dilihat dengan mata telanjang tidak berhasil melihat bulan. Hal ini sudah terbukti saat pukul 17.30 altitude sudah mencapai 0.8 derajat dalam arti bulan sudah mulai terbenam maka saat itu juga dewan itsbath misbhul huda menyatakan bahwa:
“ besok selasa 30 agustus 2011,adalah hari ke 29 ramadhan 1432 H, ketetapan 1 syawal 1432 H akan di putuskan pada sidang itsbath yang akan di selenggarakan besok malam” saat rona merah sudah mulai menghilang dari ufuk barat Team hilal rukyah misbahul huda naik dan melakukan buka bersama di atas perahu mesin yang sangat sederhana tersebut [ IDHEM ]
Tinggalkan sebuah Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar









