Alif News


Dialog Sang Pengantin
13 Oktober 2008, 6:41 am
Filed under: Kelakar | Tag:

Selalu Begini Pada Awalnya ...

Selalu Begini Pada Awalnya ...

Pernikahan, bagi kebanyakan orang merupakan sebuah momen yang teramat membahagiakan. Bila peristiwa suci ini datang menjelang, hampir dapat dipastikan bahwa kedua pihak mempelai yang sedang menjalaninya akan nampak di mata kita laksana Raja dan Ratu yang sedang naik tahta bersama. Rona wajah bahagia, senyum mengembang, bahkan tak jarang sampai-sampai keluar tangis histeris, sebagai ekspresi ‘saking teramat sangat bahagianya’ mereka pada saat itu. Maka tak heran bila sepasang pengantin baru, akan saling berbagi kata dan ungkapan hati, berbagi rasa bahagia, dan berbagi hal lain yang seketika itu berubah status menjadi ‘milik bersama’. Sebagai gambaran suasana sukacita itu, kurang lebih akan terjadi dialog sebagai berikut:

Dialog sesaat setelah menikah :

CowoK : Ooh.. Akhirnya, aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku…. …

Namun sebagaimana kelahiran dan kematian, pernikahanpun hanyalah satu fase dalam perjalanan hidup anak manusia. Mereka yang menikah, berpeluang dan memiliki potensi yang sama besarnya, baik untuk bahagia maupun menderita. Semua konsekwensi logis itu sangat tergantung bagaimanakah mereka berdua memaknai jalinan suci tersebut. Dan waktulah biasanya yang akan menguji, apakah biduk rumahtangga yang mereka tumpangi akan terus berlayar ataukah malah akan tenggelam di samudera kehidupan. Untuk mengetahuinya, coba kita simak …

Kira-kira bagaimanakah dialog sesudah 5 tahun menikah?


Jawabnya…


Dialog dua pengantin itu masih kan tetap sama, tak satupun ada beda dalam susunan kalimat maupun kata. Biasanya yang akan menjadi berbeda hanyalah soal urutan dimulainya dialog itu. Untuk lebih jelasnya, secara pelan dan cermat …


Coba baca dialog itu dari bawah ke atas !

Biasanya, Beginilah Pada Akhirnya ...

Biasanya, Beginilah Pada Akhirnya ...

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: