Alif News


Bercerai Itu Mahal,Bung!
1 November 2008, 9:16 pm
Filed under: Keluarga | Tag:

Tak Ada Menang-Kalah. Semua Susah

Tak Ada Menang-Kalah. Semua Susah

Selama ini kebanyakan orang kerap pusing memikirkan biaya pernikahan. Belakangan mencuat problem baru. Ya, biaya perceraian ternyata bisa jauh lebih mahal. Lebih-lebih jika menyangkut orang beken.

Tengok saja misalnya, risiko yang mesti ditanggung Phil Collins, mantan vokalis dan penggebuk drum grup band Genesis. Ketika memutuskan becerai dengan istri ketiganya, pada saat resmi bercerai, ia wajib memenuhi tuntutan gono-gini dalam jumlah wah: US$ 46,68 juta!

Besarnya biaya tanggungan Collins itu jadi rekor perceraian termahal di Inggris Raya. Angka itu mengalahkan ongkos perceraian Sir Paul McCartney dengan Heather Mills yang tercatat US$ 45,37 juta awal 2008.

Collins dan Orianne Cevey terikat perkawinan selama tujuh tahun sebelum akhirnya pisah ranjang pada 2006. Keduanya dianugerahi dua anak.

Collins bukan baru kali ini harus merogoh kocek dalam-dalam menyusul perceraiannya. Dari jumlah kekayaannya yang mencapai US$ 280 juta, hampir US$ 84 juta jatuh ke tangan para mantan istrinya.

Jelas, Collins yang pernah mencoba peruntungan lewat beberapa film anak-anak bukanlah orang pertama yang merasakan mahalnya bercerai.

Sebuah studi di Inggris mengungkapkan, biaya pernikahan di negara maju memang melonjak drastis sejak abad 20. Memang, keputusan ada di tangan pengadilan. Tapi, mereka juga mempertimbangkan perjanjian pra-nikah atau kesepakatan kedua belah pihak.

Menurut data terakhir yang dilansir majalah Forbes, sejumlah selebritis dunia terkenal dengan perceraian mahalnya. Pada 1989, perceraian bernilai US$ 100 juta terjadi antara sutradara tenar Steven Spielberg dan Amy Irving. Jumlah itu setidaknya setengah dari kekayaan Spielberg saat itu.

Setelah menikah 25 tahun, penyanyi legendaris Neil Diamond dan Marcia Murphey bercerai pada 1994 dengan tanggungan gono-gini mencapai US$ 150 juta.

Biaya perceraian Spielberg dan Diamond, boleh jadi, belum seberapa dibandingkan jumlah uang yang bakal dikeluarkan pebasket AS Michael Jordan. Setelah 17 tahun menikah dengan Juanita, Jordan akhirnya memilih bercerai.

Jumlah persisnya belum diketahui karena Jordan dan Juanita belum resmi bercerai. Tapi, berdasarkan kekayaan Jordan yang mencapai US$ 350 juta, nilai gono-gini yang jadi tanggungan Jordan diyakini melebihi Spielberg dan Diamond.

Pihak pria, memang, biasanya ‘babak belur’ akibat perceraian. Setidaknya dari sisi ekonomi. Tapi, jangan salah, ada juga selebritis wanita yang harus membayar. Itu terjadi jika si wanita berpenghasilan lebih besar.

Aktris senior Elizabeth Taylor yang menikahi Larry Fortensky, seorang pekerja konstruksi biasa, bercerai pada 1996 setelah lima tahun menikah. Hasilnya? Fortensky tersenyum lebar menerima kompensasi perceraian US$ 1 juta.

Begitu pula dengan aktris-penyanyi super seksi Jennifer Lopez. Ceritanya, ia menikahi penari latarnya, Chris Judd. Tapi, pernikahan mereka hanya bertahan setahun. Judd pun memperoleh kompensasi perceraian US$ 15 dari Lopez.

Semua itu fakta perceraian di luar negeri. Di Indonesia, yang pernah heboh adalah perceraian Maia dan Dhani Ahmad. Pihak Maia menentukan apa saja yang jadi haknya dalam materi gugatan cerainya. Salah satunya, rumah empat lantai di kawasan Pondok Indah.

Lalu, perceraian Bambang Trihatmodjo dan Halimah juga pernah menyita perhatian. Pasalnya, sebagian rahasia harta keluarga Cendana terbongkar seiring tuntutan atas pembekuan aset gono-gini yang diajukan Halimah. Tak kurang dari Rp 14 triliun mereka hasilkan selama 26 tahun menikah.

Jadi, jelaslah, perceraian adalah sesuatu yang bernilai negatif dari segala sisi. Bercerai itu mahal dari sisi akibatnya. Secara psikologis, lebih-lebih bagi pasangan yang sudah punya anak, perceraian itu menghancurkan mental dan menyisakan trauma panjang. Secara ekonomi, perceraian juga melemahkan.

Berbaikan kembali dengan saling memaafkan, membuka diri, jujur, setia, dan mau menerima kelebihan sekaligus kekurangan pasangan hidup, itu jauh lebih mulia ketimbang menuruti emosi untuk bercerai. Tidak ada yang jadi pemenang dalam sebuah perceraian. Semua kalah, bahkan jadi susah.

Nah, masih punya niat bercerai?


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: