Alif News


Gampang Naik Susah Turun
3 November 2008, 9:43 pm
Filed under: Ina Aktualita | Tag:

Giliran Menurunkan Kok Repot Amat Ya?

Giliran Menurunkan Kok Repot Amat Ya?

Harga minyak dunia mengalami penurunan yang signifikan dari US$147 per barel menjadi US$62 per barel. Seiring dengan itu, desakan agar pemerintah segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus mengalir. Bahkan negeri tetangga kita Malaysia sudah lebih dulu menurunkan harga minyak di dalam negerinya. Tapi, pemerintah kita belum juga menurunkan harga BBM. Alasannya, masih mengkaji dari berbagai sudut, dasar pertimbangan, dan implikasi penurunannya. Tak ayal pemerintah pun dinilai lamban merespon aspirasi rakyat yang kini hidup serba susah. Bila BBM gampang naik dan susah turun, akankah menyebabkan RI1-RI2 akan susah naik dan gampang turun?

Penurunan harga BBM diperkirakan akan terjadi pada awal tahun 2009. Penurunan tersebut tidak akan melebihi angka saat harga BBM tersebut dinaikkan yaitu 27,5%.

Hal itu diungkapkan Menteri Negara PPN/Bappenas, Paskah Suzetta usai membuka acara Perkuatan perekonomian Daerah dalam rangka mengantisipasi krisis finansial global, Jakarta, Senin (3/11) “Jadi penurunan itu tidak seperti naiknya. Naiknya kan 27,5 %, maka penurunannya tidak bisa 27,5% tapi kurang dari 27,5%,” ujarnya.

Paskah belum mau mengatakan secara pasti berapa persisnya angka penurunan BBM tersebut. Pasalnya, menurut dia, pemerintah masih memperhitungkan beban pemerintah pada tahun 2008 akibat menaikkan harga BBM.

“Beban inilah yang tetap harus diperhitungkan dengan subsidi yang ada. Artinya untuk tahun 2008 masih harus kita hitung dan nanti kita lihat pada awal tahun depan,” ungkapnya.

Desakan menurunkan harga BBM muncul ketika harga minyak dunia, yang menjadi patokan harga BBM di Indonesia, mengalami penurunan. Kendati kian turun, pemerintah urung menurunkan harga BBM. “Tidak ada unsur politik kenapa kita belum menurunkan harga BBM. Ini murni perhitungan beban yang ditanggung pemerintah dalam 1 tahun. Termasuk beban yang ditanggung pemeritah seperti BLT,” ujarnya.

Menurut Paskah, untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) tahun 2008 pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 12 triliun. Sementara untuk BLT 2009 dialokasikan dana sebesar Rp 16 triliun. “Jadi itu harus diperhitungkan dengan beban biaya yang ditanggung pemerintah walaupun itu untuk menjaga daya beli masyarakat,” paparnya.

Padahal negara tetangga, Malaysia, sudah dua kali menurunkan harga jual BBM-nya pasca merosotnya harga minyak mentah dunia. Indonesia? Pemerintah berdalih, subsidi BBM sudah melebihi dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN. Penurunan harga pun semakin kecil peluangnya. Meskipun dikritik berbagai pihak, belum juga ada titik terang akankah pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi.

Ketua DPR Agung Laksono menilai, pemerintah membuat rakyat kecewa dan terkesan berlarut-larut dalam mengambil keputusan penurunan harga BBM. Seharusnya, menurut Agung, secara ekonomis dan politis tak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda. “Malaysia saja sudah dua kali menurunkan harga minyaknya. Oleh karena itu saya berharap (keputusan) secepatnya, karen ini berhubungan erat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Agung di Gedung DPR, Senin (3/11).

Keputusan tersebut menurutnya tak hanya meringankan, namun juga bisa memberikan pendidikan pada publik. Sebab, saat menaikkan harga, yang menjadi alasan adalah meroketnya harga minyak mentah dunia. “Kalau sekarang (harga) turun, ya seharusnya turun. Pasti rakyat berpikirnya seperti itu,” ujar dia.

Mengenai wacana pembatasan konsumsi BBM, Agung memandang hal itu perlu dilakukan agar jangan terjadi penggeseran penggunaan atau manipulasi. “Mereka yang tidak miskin, tidak boleh menikmati subsidi. APBN tidak memberi tempat bagi orang kaya menikmati subsidi bagi orang miskin,” kata Agung.[inilah.com/surya online]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: