Alif News


Obama Menang Telak.Khofifah Menang/Kalah Tipis?
5 November 2008, 12:35 pm
Filed under: Politik | Tag:
Obama Menang Telak, Khofifah Menang Tipis?

Obama Sudah OK, Khofifah Akankah OK/KO?

Kepastian status Obama sebagai Presiden AS ke 44 sudah jelas di mata saya, setelah beberapa saat lalu kandidat kulit hitam berusia 47 tahun itu berhasil menyabet 333 electoral vote dalam pilpres yang berlangsung 4/11 kemarin. Dari berita TV saya tahu, meski ini bukan hasil akhir, setidaknya sekarang saya sudah yakin akan klaim kemenangan telak tersebut. Karena memang, perolehan minimal yang harus diperoleh setiap kandidat presiden AS hanyalah 270 electoral vote saja. Sedang Obama, dalam hal ini sudah melampaui target minimal tersebut.

Akan halnya kemenangan Khofifah [KAJI, tepatnya], hingga saat tulisan ini saya posting, masih belum dapat dipastikan. Dari pantauan saya di beberapa media, dan hasil quick count beberapa lembaga survey, perolehan suara yang berhasil diraup KAJI masih terpaut sangat tipis, tak sampai 1% beda besarannya dengan KARSA. Itulah kenapa judul tulisan ini tampak seperti yang Anda baca. Karena saya memang belum yakin sepenuhnya, apakah Khofifah akan menang atau sebaliknya kalah.

Tapi sebenarnya itu semua bukanlah urusan saya pribadi semata, meski harus saya akui, deg-degan juga menunggu hasil perhitungan akhirnya dari KPUD Jatim beberapa jam ke depan. Karena terus terang, dalam ajang pilgub kali ini saya punya penilaian imbang terhadap kedua pasangan yang maju. Disamping itu, belakangan ini saya seperti terobsesi dengan banyaknya kejadian bermuatan ‘kebetulan’ yang saya cermati di belahan dunia yang berbeda. Terutama pada sosok dua tokoh yang mengusung paradigma ‘perubahan’ dan ‘keluar jalur stagnasi’ yang tak lain adalah Obama dan Khofifah ini. Atau mungkin ini hanya sekedar apa yang disebut sebagai fenomena ‘sihir media’, saya pun hingga detik ini masih belum bisa memastikan, apakah saya dapat disebut ‘korban’ atau bukan. Untuk mengetahui lebih jauh, berikut saya postingkan sebuah ulasan menarik. Jadi, silahkan Anda simak saja..

Keberanian Barack Obama dan Khofifah Indar Parawansa mengusung agenda mengakhiri stagnasi membuat mereka dijadikan simboll CHI. Ya, perubahan, harapan, dan dampak positif. Seberapa terujikah?

Obama menjamin perubahan wajah Washington dalam politik dalam negeri dan luar negeri. Terutama dalam hal kebijakan ekonomi dan pertahanan. Khofifah menjamin perubahan wajah Jatim dalam percepatan pembangunan dan pelayanan publik. Terutama pengurangan angka kemiskinan.

Obama dan Khofifah dengan percaya diri menunjukkan keberpihakan pada perubahan. Mereka menolak netral terhadap situasi yang sebetulnya sudah tidak harmoni. Situasi dimana tak ada keseimbangan dan bias terhadap kepentingan sempit para kapitalis semata.

Obama mempunyai visi membebaskan Washington dari status-quo para politisi konservatif dan kepentingan sempit para industrialis-kapitalis. Khofifah bervisi membebaskan Jatim dari birokrasi koruptif dan kepentingan sempit segelintir politisi.

Obama dan Khofifah sama-sama menolak penurunan atau pembebasan pajak bagi kelompok super kaya. Hal itu, bagi keduanya, bisa mengancam kesehatan fiskal negara bagi agenda pembangunan ekonomi dan sosial.

Obama dan Khofifah juga tidak sependapat teori invinsible hand-nya Adam Smith, yang menganggap bahwa biaya pendidikan tinggi yang semakin mahal dan tidak terjangkau bagi sebagian anak bangsa, adalah konsekuensi logis.

Sebaliknya, Obama maupun Khofifah berpihak pada amanat konstitusi bahwa pendidikan adalah hak semua warga. Mereka berdua yakin, pendidikan adalah tanggung jawab negara, tapi juga sekaligus urusan semua yang peduli.

Karena itu, dalam beberapa kali kesempatan, Khofifah selalu mengingatkan perusahaan-perusahaan besar, baik swasta maupun BMUN/D, untuk memberikan kontribusi nyata melalui pintu CSR (Corporate Social Responsibility) mereka.

Pendidikan, di mata Obama dan Khofifah, adalah jalan keluar untuk mengurangi ketimpangan, ketertinggalan, dan keterbelakangan. Khususnya bagi kalangan yang kurang beruntung secara ekonomi. Mereka juga percaya bahwa pendidikan adalah soft power, yang lebih manusiawi untuk meningkatkan daya saing di tengah percaturan ekonomi-politik yang makin kompetitif.

Obama dan Khofifah juga tidak bisa netral melihat krisis energi sekedar sebagai ketidakseimbangan supply and demand. Mereka berdua lebih memilih berpihak pada perubahan kebijakan energi oleh negara dan mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan sikap konsumsi.

Dalam beberapa pidatonya soal energi, Obama sangat peduli dan paham tentang hal-hal kecil. Begitu pula Khofifah. Beberapa kali dia mengingatkan perubahan pola hidup adalah keniscayaan yang harus terus diupayakan. Karena dia percaya jika setiap individu warga melakukan perubahan positif, dampaknya akan sangat besar. Dan hal itu sudah ia buktikan saat memimpin Muslimat NU. Tidak sedikit ibu-ibu Muslimat NU, yang kualitas hidupnya makin baik.

Obama dan Khofifah juga bukan penganut paham bahwa jaringan antar elemen masyarakat diserahkan pada seleksi alam atau mekanisme pasar. Bagi mereka, modal sosial lebih penting. Hubungan yang harmoni antar elemen masyarakat jauh lebih penting ketimbang mutual interest, atau sekadar mendasarkan pada kepentingan ekonomi-politik semata.

Bagi Obama dan Khofifah, masih ada rasionalitas yang lain: rasionalitas sosial, rasionalitas asah-asih-asuh, rasionalitas kontribusi, rasionalitas tanggung jawab sosial dan komunitas. Tak heran, jika mereka selalu mendorong pelaku bisnis untuk juga memperkerjakan para veteran perang, atau para penyandang cacat. Khofifah, saat kampanye, beberapa kali mengunjungi langsung perusahaan-perusahaan yang mempekerjaan para cacat.

Satu saja yang membedakan Obama dan Khofifah. Apa itu? Obama bukan seorang ibu. Khofifah adalah seorang ibu. Yang memiliki kualitas mothership. Yaitu keberanian seorang ibu menghadapi risiko apapun untuk melindungi dan membesarkan anak-anaknya dengan keterampilan asah-asih-asuh.[inilah.com]


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: