Alif News


Hah?!Teroris Lebih Mulia Ketimbang Ulama??
9 November 2008, 10:36 pm
Filed under: Amit-Amit, Ina Aktualita | Tag:

Terpidana kasus bom Bali I Amrozi cs sudah dieksekusi mati. Ketiganya seringkali mengaku kalau mereka mati syahid atau mengklaim diri sebagai syuhada karena merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu merupakan salah satu wujud upaya memerangi kekafiran.

Trio Bomber Berpaham Keblinger?

Trio Bomber Berpaham Keblinger?

Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) punya pendapat lain, bahwa Amrozi cs bukanlah syuhada.

“(Amrozi cs) Mati syahid tidak mungkin. Itulah orang yang membunuh tidak mungkin dikatakan syahid kecuali perang,” ujar Ketua MUI Umar Shihab kepada detikcom, Minggu (9/11).

Umar mengatkan, defenisi syuhada adalah orang-orang yang berjuang karena Allah SWT dan untuk kepentingan agama. Kalau bukan untuk kepentingan agama bukan mati syahid. “Syahid dunia dan akhirat,” jelasnya.

Menurut Umar, kalau dalam kondisi damai lalu membunuh, hal itu tidak dibenarkan. Tidak ada dalam agama apapun yang membenarkan membunuh siapapun.

“Saya kira tidak benar (membunuh). Kita tidak dalam perang. Kita dalam keadaan damai dan apa yang dilakukan mereka (membom Bali) ada orang Islam yang terbunuh,” ujarnya.

MUI: Teroris Tidak Bisa Dibandingkan dengan Ulama

Salah satu terpidana mati bom Bali I Imam Samudra meninggalkan surat wasiat. Dalam surat wasiatnya, Imam mengaku gelar teroris lebih mulia daripada gelar ulama. Namun menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), teroris tidak bisa dibandingkan dengan ulama.

“Semua bebas bicara. Teroris itu tidak mungkin bisa dibandingkan dengan ulama,” ujar Ketua MUI Umar Shihab kepada detikcom, Minggu, (9/11).

Menurut Umar, tidak ada perbandingan antara ulama dengan teroris. Tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an yang menyatakan hal itu. Teroris dan ulama itu ibaratnya air dengan api yang tidak bisa disejajarkan.

“Mana bisa membandingkan air dan api? Boleh saja mereka berkata seperti. Itu kebebasan. Tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an,” jelasnya.

Wasiat Lengkap Imam Samudra Gelar Teroris Lebih Mulia daripada Gelar Ulama

Keluarga membagi-bagikan surat wasiat Imam Samudra kepada warga dan wartawan yang berada di sekitar kediaman Ibunda Imam di Kampung Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Banten. Dalam surat tersebut, Imam menyerukan untuk terus berperang melawan kaum kafir.
Surat tersebut berbentuk secarik kertas berukuran HVS yang dibagi-bagikan oleh salah seorang pria pada Minggu (9/11).

Berikut surat wasiat Imam Samudra:

“Saudara, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh umat Islam yang telah mengazzamkan dirinya kepada jihad dan mati syahid untuk terus berjihad dan bertempur melawan setan akbar, Amerika dan Yahudi laknat.

Saudaraku, jagalah selalu amalan wajib dan sunnah harian antum semua. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunnah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita semua dari bahaya futur dan malas hati.

Saudaraku, jagalah salat malammu kepada Allah Azza Wajalla. Selalulah isi malam-malammu sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum semua sepenuhnya kepada kekuasaannya. Ingatlah saudaraku, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.

Kepada antum semua yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belum usai. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita.

Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir, sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, adalah Islam atau kafir.

Saudaraku, jadilah hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap dengan orang-orang kafir. Bukanlah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir.

Didiklah anak cucu antum semua menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh saudaraku, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim, tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama. Namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran.”


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: