Alif News


Gadis Impian Isteri Idaman Versi Jawa
11 November 2008, 7:20 pm
Filed under: Keluarga | Tag:

8 Tipe Dulu Ya, Biar Nggak Kepusingan Milihnya

8 Tipe Dulu Ya, Biar Nggak Kepusingan Milihnya

Beberapa hari yang lalu, saya terlibat upaya perburuan jodoh. Cari info kesana-sini untuk menemukan keberadaan seorang perawan yang siap (maaf) dikawin (dinikahi). Memang, perawan itu sudah barang tentu bukan untuk saya, karena saat ini saya sudah punya isteri (meski cuma baru satu) dan juga punya anak (tanpa sengaja, tahu-tahu ternyata sudah ada dua) …

Perburuan kali ini, meskipun saya lakukan demi orang lain (seorang sahabat, saudara dalam iman) namun ternyata terasa asyik juga buat saya. Entahlah, dalam proses perburuan itu yang teringat kok malah masa lalu saya sendiri, pada saat masih berstatus bujang muda. Terbayang ulang, waktu itu memang tak dapat dikata mudah juga dalam hal urusan cari-mencari jodoh itu. Sulit digambarkan, campur-campur rasanya ini hati dan perasaan. Ada bimbang bercampur takut, ada harap berbaur cemas. Maklumlah, benar seperti kata banyak orang: soal mencari pendamping hidup itu boleh dikata memang gampang-gampang susah, susah-susah gampang, karena di dalam urusan satu ini, kita banyak melibatkan unsur rasa hati, gejolak jiwa, dan terutama urusan gelora cinta. Yang pernah muda, tentu tak perlu diajari lagi soal-soal begini. Kalau di hati sudah tumbuh rasa cinta pada tambatan hati, giliran si dia mau kita pinang kepada calon mertua, yang timbul saat paling awal sudah pasti rasa manis-asem-asin itu. Di benak, serta-merta datang begitu banyak jangan-jangan. Jangan-jangan pinangan kita nggak diterima, ini jangan-jangan yang muncul pertama, diikuti jangan-jangan yang lainnya. Pokoknya banyak sekali ragam jangan-jangan itu, jangan-jangan begini, jangan-jangan begitu …

Nah, berangkat dari pengalaman pribadi dalam berburu jodoh, baik untuk diri sendiri maupun orang lain itulah, terbersit di benak saya untuk berbagi dengan Anda semua. Baik yang saat ini masih berstatus single maupun double.

Awalnya, saya ingin sampaikan hal-hal berkenaan dengan bagaimanakah pandangan agama dalam hal ini. Tapi setelah menyadari bahwa saya ini bukan seorang syekh yang kompeten dalam hal tersebut, urunglah niatan itu. Tapi jangan khawatir, karena saya hidup di Jawa, nggak ada jeleknya kalau saya sharing saja hal-ikhwal bagaimana orang Jawa punya pandangan soal tetek-bengek cari-mencari calon isteri ini.

Berikut saya petikkan kriteria gadis impian dan isteri idaman versi Jawa, dari primbon keluarga.

Masyarakat Jawa Kuno telah mengenal dua macam tipe wanita yang pantas dinikahi:

1. Tipe Padmanagara

Tipe ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. lambe iwir manggis karengat (bibir bagaikan buah manggis terbuka)
b. liringe sor madu juruh (kerling matanya mengalahkan manisnya juruh
madu)
c. sor tang nyuh danta santene (payudaranya mengalahkan kelapa gading)
d. wangkong iwir limas angene (pantat bagai limas yang baik)
e. wentis iwir pudak angrawit (betis bagai bunga pudak yang mempesona)
f. dalamakan gamparan gading (telapak kaki seperti gamparan gading)
g. adege padmanagara (tubuhnya seperti padmanagara)
h. lumampah giwang lan gangsa (lenggangnya beralun senada gamelan,
seperti seekor angsa)
i. panepi iwir patrem konus (pinggang bagai patrem terhunus)
j. pupu iwir pol ginempotan (paha bagai daun palma yang diserut halus).

2. Tipe Nariswari

Tipe ini memiliki ciri-ciri: murub rahasyanipun (menyala rahasianya).
Ciri-ciri lainnya berkaitan dengan tingkat spiritualitas dan inner
beauty wanita.
Ken Dedes merupakan contoh tipe ini.

Adapun tipe wanita jawa ideal adalah sebagai berikut:

1. Kusuma Wicitra
Ibaratnya bunga mekar yang sangat mempesona, yang siap untuk dipetik.
Wanita yang ideal sebaiknya mempersiapkan dirinya dengan ilmu
pengetahuan dan agama, mengharumkan dirinya dengan perbuatan baik,
menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.

2. Padma Sari
Ibaratnya bunga teratai yang sedang mekar di kolam. Bunga teratai
dalam budaya Jawa merupakan simbul kemesraan, sehingga yang
dimaksudkan dengan wanita ideal dalam konsep ini adalah wanita cantik
yang penuh kasih mesra hanya bila bersama dengan suaminya.

3. Sri Pagulingan
Ibaratnya cahaya yang sangat indah di peraduan/singgasana raja. Wanita
yang ideal sebaiknya tidak hanya cantik jasmaninya, namun juga dapat
mempersembahkan dan menunjukkan kecantikannya hanya kepada suaminya
ketika berolah asmara di peraduan.

4. Sri Tumurun
Ibaratnya bidadari nirwana yang turun ke dunia. Wanita yang ideal
sebaiknya cantik raga dan jiwanya. Ini dibuktikan dengan kesediannya
untuk “turun”, berinteraksi dengan rakyat jelata, kaum yang
terpinggirkan untuk menebarkan cahaya cinta dan berbagi kasih.

5. Sesotya Sinangling
Ibaratnya intan yang amat indah, berkilauan. Wanita yang ideal
sebaiknya selalu dapat menjadi perhiasan hanya bagi suaminya, sehingga
dapat memperindah dan mencerahkan hidup dan masa depan suaminya, juga
keluarganya.

6. Traju Mas
Ibaratnya alat untuk menimbang emas. Ini merupakan simbol wanita setia
yang selalu dapat memberikan saran, pertimbangan, nasihat, demi
terciptanya keluarga yang sakinah.

7. Gedhong Kencana
Ibaratnya gedung atau rumah yang terbuat dari emas, dan berhiaskan
emas. Ini merupakan simbul wanita yang berhati teduh dan berjiwa teguh
sehingga dapat memberikan kehangatan dan kedamaian bagi suami dan
keluarganya.

8. Sawur Sari
Ibaratnya bunga yang harum semerbak. Wanita yang ideal sebaiknya
dikenal karena kebaikan hatinya, keluhuran budi pekertinya, kehalusan
perasaannya, keluasan ilmunya, kemuliaan akhlaknya. Kecantikan fisik
dan kekayaan harta yang dimiliki wanita hanya sebagai pelengkap, bukan
syarat mutlak seorang wanita ideal.

9. Pandhan Kanginan
Ibaratnya pandhan wangi yang tertiup angin. Ini merupakan simbul
wanita yang amat menggairahkan, menawan, dan memikat hati. Dapat
dilukiskan sebagai: tinggi semampai, berparas cantik, berkulit kuning
langsat, berbibir merah alami, berpayudara montok, murah senyum, tidak
terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, dapat memberikan keturunan.

Dalam Serat Yadnyasusila dijelaskan tentang tiga hal yang harus
dimiliki oleh seorang wanita agar dapat menjadi wanita idaman:

1.Merak ati atau mrak ati
Berarti: membina kemanisan dengan mempercantik dan merawat diri (ngadi
warni), memperindah busana (ngadi busana), berwajah ceria (ngadi
wadana), murah senyum (sumeh), santun dalam bertutur kata (ngadi
wicara), dan sopan serta luwes dalam berperilaku (ngadi solah bawa).

2.Gemati
Berarti siap untuk merawat, mengasuh, mendidik putra-putrinya,
mengatur rumah tangga, melayani suami dengan penuh keikhlasan.

3.Luluh
Berarti mampu selalu menyenangkan hati suaminya, selalu menyediakan
waktu setiap hari untuk suami dan anak-anaknya, sabar dan gembira saat
mengasuh anak-anaknya, dan selalu berusaha menciptakan keseimbangan
dan keharmonisan dalam keluarganya.

Untuk memilih (menikahi) wanita, dalam tradisi Jawa ada beberapa
faktor yang biasanya menjadi bahan pertimbangan yaitu 3B:

1.Bibit
Berkaitan dengan kecantikan wanita baik secara lahiriah maupun batiniah.

2.Bebet
Berkaitan dengan kemampuan dan kekayaan ayah wanita yang akan dinikahi.

3.Bobot
Berkaitan dengan asal-usul atau keturunan wanita yang akan dinikahi.


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

jangn sox kecpan
bngt she loe

Komentar oleh rio

Artikel bagus…

Salam kenal

Komentar oleh Bebek Goreng

pilihlah aku mass…….

Komentar oleh dina




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: