Alif News


Bush Kecanduan Jabatan Panglima Perang
14 November 2008, 8:49 am
Filed under: Amerika Sekarat | Tag:

Akulah Panglima Perang Abadi

Akulah Panglima Perang Abadi

Presiden AS, George W. Bush, hari Selasa, menyatakan dirinya akan merindukan posisi panglima militer negara ini setelah meninggalkan Gedung Putih. Pernyataan Bush itu disampaikan pada acara Hari Veteran terakhirnya di Kapal Induk USS Intrepid yang sudah tidak aktif lagi di pelabuhan New York.

Intrepid menjadi rumah museum laut, udara, dan angkasa, serta rumah bagi berbagai generasi pesawat militer AS, Prancis, Israel, Italia dan Rusia, dan satu jet supersonik Concorde. Sekitar 2.500 veteran Amerika, 500 personil aktif, dan legislator AS serta pejabat lokal dan negara mendatangi museum yang dibuka kembali untuk pertama kali sejak ditutup pada 31 September 2006 karena menjalani perbaikan.

Bush mengatakan, “Anda tahu, sering kali mereka menanyai saya; Apa yang akan anda rindukan saat tidak lagi menjadi presiden? Dan reaksi pertama adalah saya mengatakan; Tidak ada kemacetan lalu lintas di New York.” Pernyataan pertama ini disampaikan sambil bercanda. Selanjutnya, ia mengatakan, “Yang sebenarnya adalah saya akan merindukan sebagai panglima dari sekelompok laki-laki dan perempuan hebat, orang-orang yang memakai seragam militer Amerika.”

Sekitar dua bulan lagi, tepatnya tanggal 20 Januari, Bush akan meninggalkan kantor kepresidenannya, tempat mengendalikan pemerintahannya selama delapan tahun. Setelah itu, kendali panglima tertinggi militer AS akan dipegang presiden terpilih AS, Barack Obama. Selama Bush menjabat sebagai Presiden AS, negeri ini dihadapkan pada perang terburuk setelah perang Vietnam. Kebijakan perang Bush dimulai sejak terjadinya Peristiwa 11 September 2001. Dalam kampanyenya, Presiden Bush juga sempat menjanjikan akan menaikkan anggaran Pentagon hingga 500 milyar dolar AS. Kini, anggaran militer AS di Irak dan Afghanistan sudah melampui angka 600 milyar dolar AS.

Pasca Peristiwa 11 September, Presiden Bush menggelar dua perang sekaligus di kawasan, yakni di Irak dan Afghanistan. Jumlah tentara AS di kedua negara ini mencapai 200 ribu personil. Berdasarkan data yang ada, pasukan yang terikat kontrak kerja dengan jasa keamanan swasta disebutkan lebih dari 100 ribu personil.

Melihat fenomena tersebut, para pengamat politik berpendapat bahwa George W. Bush tercantum di antara presiden AS yang mendukung kebijakan militer dalam satu abad terakhir. Meski Bush dikenal sebagai orang yang lari dari perang Vietnam, tapi namanya disejajarkan dengan Franklin Roosevelt, Harry Thurman, Lyndon B. Johnson dan George Bush senior, yang semuanya adalah para presiden AS yang menerapkan kebijakan perang. Mereka adalah presiden-presiden AS yang paling dibenci dalam sejarah AS.

Presiden George W. Bush juga termasuk salah satu dari presiden-presiden yang haus darah. Bahkan Televisi CNN berdasarkan hasil risetnya menyebut Bush yang dibenci 76 persen masyarakat negeri ini sebagai presiden yang berada di urutan teratas dalam daftar presiden-presiden yang dibenci rakyat AS. Selanjutnya, George Bush senior dan Harry Thurman yang masing-masing menerapkan kebijakan perang Korea dan Teluk Persia, berada di urutan setelah George Bush Yunior.

Dengan demikian, sejarah AS menunjukkan bahwa presiden yang menerapkan kebijakan perang tidak mendapat sambutan baik dari rakyatnya. Bahkan kebijakan perang makin tidak disukai rakyat AS dalam setengah abad terakhir ini. Sebab, dana ratusan milyar dolar AS untuk perang malah membuat masyarakat negara ini kian terpuruk. Buktinya dapat dilihat kesengsaraan rakyat negeri ini karena krisis keuangan global dan perang Irak. [irib]


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: