Alif News


Makin Ngoyo Tambah Loyo
19 November 2008, 4:11 pm
Filed under: Sehat, Spirit, Taklif | Tag:

Kalau Sudah Loyo, Mau Apa ?

Kalau Sudah Loyo, Bisa Apa ?

Bagi anda yang familiar dengan buku-buku bacaan rumpun psikologi terapan bertema motivasi, enterpreneuer dan pengembangan diri, tentu sudah tak asing lagi dengan yang namanya Anthony Robbins. Seorang penulis kenamaan, motivator kelas dunia, contoh hidup sukses, bagi sebagian besar orang yang berkeinginan menjadi ‘kapten takdir’ diri mereka sendiri.

Buku-buku yang ditulisnya rata-rata berpredikat best seller di pasaran, karena menurut sebagian orang yang pernah ‘melahap’ tuntas buku-buku tersebut, bukan saja di dalamnya terkandung kiat-kiat praktis yang tak hanya simple dan layak diaplikasikan, tapi lebih dari itu kita akan dibuat percaya bahwa sang penulis sendiri, sebelum ia mampu ‘menyentuh’ dan ‘menggerakkan’ orang lain, telah lebih dahulu mengamalkan apa-apa yang ia ajarkan.

Oleh karena itulah tiap pembaca merasa seolah menemukan beragam cara hebat untuk ‘bugar seumur hidup’ secara mental maupun emosional.

Dan pada titik puncaknya, mereka dihunjam oleh sebuah persepsi baru dalam memandang hidup, mampu menggali potensi terdalam secara optimal, bahkan sampai pada kesimpulan bahwa yang mustahil itu bisa jadi mungkin. Kesimpulan demikian seakan menggambarkan betapa manusia memiliki sebuah ‘kuasa tak terbatas’, suatu unlimited power, yang meniscayakan dirinya akan selalu mampu mencapai apapun yang diinginkannya dalam hidup, asal saja mereka ‘tahu caranya’.

Sebuah kesimpulan yang mencerminkan cerahnya harapan, bahwa hidup tak ubahnya tempat sejuk yang hanya terisi ‘angin surga’. Hingga tahapan ini, semua tampak luar-biasa.

Namun ada hal yang perlu kita cermati dalam persepsi kuasa tak terbatas itu. Yakni, ‘tak terbatas’ itu dalam realitanya benar-benarkah berlaku mutlak?. Tentu saja tidak, bila kita di sisi lain juga percaya bahwa yang ‘tak terbatas’ itu hanyalah Dia. Sedang kita, sebaliknya, tunduk penuh pada kehendakNya yang Maha Bijaksana.

Jadi, sungguh baik bila kita mampu bersikap tepat dalam memandang hidup apa adanya, dengan ‘hitam-putih’ di dalamnya. Tentu saja dengan tidak membuka bebas peluang bercokolnya rasa pesimis yang menghambat laju amal kebajikan dan karya mulia untuk sesama, meski juga tidak membiarkan diri kita larut dalam optimisme tanpa batas, hingga muncul rasa pede yang tanpa kendali.

Dengan persepsi yang benar, yang tak bertolak belakang dengan ‘pahit-manis’ realitas kehidupan, kita akan mampu bertindak proporsional sesuai dengan kapasitas optimal setiap potensi yang kita miliki. Dengan itu pula, jadilah kehidupan kita produktif dan dinamis. Bukan malah makin ngoyo dari hari ke hari, hingga akhirnya tambah loyo pula dari waktu ke waktu.

Bagaimana menurut anda ? [insanmerdeka.blogspot]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: