Alif News


Reaksi Dunia Atas Duet Biadab Barak dan Mubarak
1 Januari 2009, 3:58 pm
Filed under: Amit-Amit, Nestapa Palestina, Zionis Bengis | Tag:
Duo Barak - Penjagal Sejati Gaza

Duo Barak - Penjagal Sejati Gaza

1. Presiden Mesir, Hosni Mubarak, melarang penyiaran Televisi Al-Manar yang berhubungan dengan Gerakan Hizbullah Lebanon. Sebagaimana dilaporkan Televisi Al-Alam, media-media massa Mesir memberitakan, Rezim Zionis Israel yang memanfaatkan kemarahan Mobarak menyusul pernyataan Sekjen Hizbullah, Sayid Hasan Nasrallah mengenai tragedi Gaza, meminta Presiden Mesir supaya melarang penyiaran Televisi Al-Manar di Kairo.

Sayid Hasan Nasrallah dalam pidatonya beberapa hari lalu menyebut Mesir sebagai mitra Rezim Zionis Israel dalam mengagresi Jalur Gaza. Beliau juga meminta masyarakat Mesir supaya turun ke jalan dan memaksa pemerintah supaya membuka pintu gerbang Rafah yang menghubungkan ke kawasan Jalur Gaza. Pada saat yang sama, Mesir berupaya mengelabui  opini publik dengan menggagalkan acara perayaaan tahun baru dalam rangka bersolidaritas atas Gaza.

2. Sekjen Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), Ahmad Jibril menuding Presiden Mesir, Hosni Mubarak sebagai pelaksana kepentingan Rezim Zionis Israel. Seperti dilansir AFP, Ahmad Jibril dalam statemennya menyatakan, syarat yang diajukan Mubarak untuk membuka jalur penyeberangan Rafah adalah upaya untuk memaksakan syarat Israel kepada bangsa Palestina. Selain itu, hal ini kian memperjelas dukungan Mubarak kepada Pemimpin pemerintah Otorita Palestina, Mahmoud Abbas.

3. Ratusan orang warga Suriah berkumpul di depan kedutaan besar Mesir di Damaskus menentang kerjasama pemerintah Kairo dengan Tel Aviv. Sebagaimana dilaporkan IRNA Selasa (30/12) para demontran mengibarkan bendera berbagai kelompok perlawanan Palestina dan meneriakkan yel-yel menentang sejumlah negara Arab serta melemparkan batu ke arah Kedutaan Besar Mesir di Damaskus.
Di berbagai kota Suriah lainnya berlangsung demontrasi anti Israel.

Dilaporkan pula, meskipun adanya larangan demontrasi di Arab Saudi, warga kota Safwa dan Qatif melakukan demontrasi menentang kebrutalan Rezim Zionis Israel di Jalur Gaza. Guna menghentikan aksi tersebut, polisi Arab Saudi menembakan peluru ke arah para demontran.

4. Seorang Pejabat Senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Sami Abu Zuhri menilai penolakan Presiden Mesir, Hosni Mubarak soal pembukaan jalur penyeberangan Rafah sebagai bentuk hukuman kolektif warga Palestina. Sebagaimana dilaporkan Pusat Penerangan Palestina, Sami Abu Zuhri menyatakan bahwa warga Jalur Gaza lebih murka terhadap pengkhianatan yang dilakukan sejumlah negara-negara Arab ketimbang agresi militer Tel Aviv ke kawasan. Beberapa waktu lalu, Hosni Mubarak menyatakan penolakannya terkait pembukaan jalur penyeberangan Rafah sebelum pasukan keamanan Pemerintah Otorita Palestina dan pengawas dari Uni Eropa ditempatkan di kawasan.

Sami Abu Zuhir juga menilai sidang mendatang Liga Arab dengan alasan membahas kondisi di Jalur Gaza tidak begitu penting. Dikatakannya, satu setengah juga warga Gaza diserang pasca blokade berkepanjangan, dan kini Liga Arab dengan mengirimkan beberapa paket bantuan pangan ingin tampil sebagai pelindung warga Palestina.

5. Ketua Perlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani mengatakan, Rezim Zionis Israel adalah pihak yang mengusik ketenangan di kawasan. Larijani hari ini (Rabu, 31/12) di Tehran menuturkan, tragedi Gaza merupakan peristiwa besar dan kawasan Timur Tengah tidak akan pernah tenang jika Tel Aviv dibiarkan begitu saja dalam mencapai segala ambisinya. Ditambahkannya, saat mayoritas negara Islam telah sampai pada kondisi tidak peka terkait krisis di Jalur Gaza, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) juga menyusun skenario tentang mekanisme pemusnahan kepekaan negara-negara Islam dan memaksa mereka untuk berdamai. Seraya menegaskan bahwa Hamas sebagai pemerintah legal dan konstitusional rakyat Palestina, Larijani menambahkan, Rezim Zionis Israel telah memulai aksinya dan berencana menggulingkan pemerintahan Hamas sejak kelompok pejuang ini menang dalam pemilu bebera waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Larijani juga mengingatkan sejumlah negara Arab, seperti Jordania, Arab Saudi, dan Mesir terkait skenario yang telah dirancang Tel Aviv untuk mereka. Dikatakannya, negara-negara Arab perlu menyadari bahwa mereka tengah menghadapi musuh yang sarat dengan skenario busuk, dan siap untuk dijalankan di semua negara Arab. Menyinggung gelombang baru kesadaran anti Zionis di seluruh dunia serta kondisi internal mereka yang rapuh, Larijani menegaskan, Rezim Zionis Israel jangan mengira bahwa krisis di Gaza dapat digunakan untuk kepentingan mereka dalam pemilu, krisis tersebut justru akan merugikan Tel Aviv.

6. Anggota parlemen Mesir dari fraksi Ikhwanul Muslimin, Hamdi Hassan menuding pemerintah Mesir bersekongkol dengan Rezim Zionis Israel dalam blokade Gaza. Hamdi Hassan dalam wawancaranya dengan Al-Alam mendesak bangsa Arab menekan para pejabat negaranya agar memperhatikan kepentingan kaum muslimin.

Hamdi Hassan menyebut penyebab propaganda kampanye pemilu Israel sebagai penyebab serangan Rezim Zionis Israel ke Gaza. Ditegaskannya, para pejabat teras Tel Aviv bersepakat melenyapkan perlawanan rakyat Palestina, namun hingga kini sejarah membuktikan bahwa tidak ada pasukan agresor manapun baik di Lebanon, Irak maupun Afghanistan dan Palestina yang bisa memaksakan kehendak terhadap rakyat. Hassan menambahkan, gerakan Hamas berhasil meraih suara mayoritas dalam sebuah pemilu yang berlangsung sehat dan tak ada padanannya di negara Arab manapun.

Seraya menyinggung upaya Fatah melempar tanggung jawab dan upayanya untuk menghancurkan Hamas, anggota fraksi Ikhwanul Muslimin di parlemen Mesir ini mengatakan Hamas mampu membuktikan kebohongan AS dan Eropa terkait demokrasi, HAM dan sikap standar ganda Barat terhadap warga Palestina dengan alasan demokratisasi di Irak dan serangan Gaza.

Pernyataan senada juga disampaikan Musa Abu Marzuq, salah seorang tokoh Hamas. Abumarzuq menanggapi pernyataan Presiden Mesir yang menolak membuka jalur penyebrangan Rafah mengatakan, pemerintah Mesir tidak menginginkan Hamas tetap eksis di Jalur Gaza. Karena itu, Kairo menyetujui serangan dan pembantaian terhadap warga Palestina di Gaza.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: