Alif News


Israel Jadikan Jurnalis Sebagai Sasaran Tembak
12 Januari 2009, 8:51 am
Filed under: Nestapa Palestina, Zionis Bengis | Tag:
Kamera Berdarah Saksi Kebiadaban

Kamera Berdarah Saksi Kebiadaban

Sebagaimana prajurit perang yang menenteng senjata, para wartawan juga membawa senjatanya berupa kamera dan alat pencatat. Mereka siap meliput semua aksi dan membeberkan semua perkara yang ditutup-tutupi oleh pihak Israel. Maka tak heran bila Israel merasa gerah dengan mereka, bahkan sampai berusaha membunuhnya.

Mereka mengerjakan apapun yang mereka inginkan, kalaulah tidak ada para prajurit dari para wartawan yang menenteng senjatanya berupa kamera dan alat tulis lainya, tentu mereka akan berbuat melebihi apa yang saat ini terjadi.

Jurnalisme Adalah Amanah

Para jurnalis itu sudah menekuni bidangnya sejak mereka keluar dari sekolah menengah umum. Mereka masuk ke jurusan jurnalistik dan penyiaran. Mereka memasuki dunia di belakang berita. Karena mereka akan membawa amanah yang besar dalam pundak-pundaknya. Yaitu menyampaikan berita apa adanya dengan penuh kejujuran. Mereka mengungkap kejahatan Zionis yang terus menerus terhadap rakyat Palestina. Padahal mereka tahu tentang resiko yang mereka akan hadapi serta berbagai kesulitan yang menghadangnya. Namun mereka telah mewakafkan diri dengan penuh tanggung jawab.

Keindahan dalam Satiap Jerih Payahnya

Banyak sekali dari kalangan jurnalis yang bekerja di medan pertempuran yang sangat berat. Tugas mereka adalah menyampaikan semua peristiwa dengan segala kejujuran dan tetap menjungjung tinggi norma jurnalis serta etika profesionalisme. Mereka bekerja sebagaimana para bisnismen dan pengusaha dengan segala bentuknya.

Pembunuhan Sebenarnya Atau Menyia-nyiakannya

Kurang dari setahun kemarin, dibawah sorotan kamera, serdadu Israel menembaki wartawan Imad Ganem, Kameramen televisi Al-Aqsha. Mereka juga berupaya membunuh atau menghancurkan kameranya. Namun dengan semangatnya, ia berhasil menyelamatkan diri dari rentetan peluru Israel yang berusaha membunuhnya.

Saat ia dievakuasi ke rumah sakit, Ganem mengatakan, dirinya mengucapkan dua kalimat Syahadat, sambil mengacungkan telunjuknya ke atas beberapa kali, hingga ia terjatuh, namun menunggu peluru Israel menembus tubuhnya. Namun katanya, tanganya tak lepas memegang kamera. Ia pegang erat-erat dengan tangan kananya. Sementara ia berteriak minta pertolongan dengan tangan kirinya.

Di Mata Israel Tak Ada Bedanya Antara Pejuang dengan Wartawan

Israel telah melanggar semua rambu-rambu perang, kesepakatan, undang-undang dan apapun namanya untuk menyama ratakan antara para wartawan dengan para pejuang. Bahkan Israel ingin menyamakan antara warga sipil, anak-anak, perempuan dan manula. Semuanya tidak akan selamat dari tembakan Israel.

Di Gaza tidak ada satu wartawanpun yang selamat dari tembakan serdadu Zionis. Hingga kini Israel masih melanjutkan seranganya secara lansung terhadap para wartawan dan aktivis media di Gaza. Di lapangan, belum lepas ingatan kita terhadap peristiwa yang menima Zamil Mutafa Fadhal, kameramen koresponden Reuters yang sedang menjalankan tugasnya meliput peristiwa yang terjadi di timur Gaza. Tiba-tiba ia jadi sasaran tembak mariem Israel.

Serangan yang Diarahkan

Diantara jurnalis yang menjadi sasaran tembak Zionis terakhir kemarin adalah, wartawan Ala Murtaji yang sedang bekerja di sebuah radio lokal di Gaza. Ketika ia sedang berada di rumahnya di Timur Al-zaitun, ia menjadi sasaran tembak roket Israel. Padahal ia sedang berada di rumahnya. Akibat tembakan ini, ia meninggal syahid seketika.

Sebelumnya, kameramen televise Al-Jazeera, Basil Faraj, ketika ia sedang meliput peristiwa serangan Israel di hari pertama, tanggal 27 Desember 2008, ia terluka parah dan harus segera dibawa ke rumah sakit, akibat tembakan membabi buta dari serdadu Israel. Akhirnya ia meninggal akibat lukanya yang terlampau parah, beberapa hari setelah dirawat.

Serdadu Israel juga membumi hanguskan, rumah keluarga kameramen, Ihab Wahidi di Tel Islam, sebelah barat kotaGaza. Ia, istrinya dan orang tuanya meninggal seketika digempur roket Israel. Pesawat tempur Israel juga menggempur kameraman dan wartawan, Syihab, Hamzah Syahin ketika ia meliput kejahatan Israel di wilayah utara Gaza.

Jurnalis Adalah Para Syuhada

Bersamaan dengan semakin kerasnya perang yang dilancarkan Israel terhadap warga sipil Palestina serta tindakannya yang memblokade Gaza, maka tugas wartawan semakin berat. Mereka harus memblow up kejahatan Israel, walau apapun bayaranya. Walau harus menyerahkan nyawanya, sebagaimana para pendahulunya seperti, Fadhal, Basel dan Ihab atau mebawa cacat tetap sebagai  wartawan Ganem.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: