Alif News


Obituari O. Hashem: Sebuah Nama dalam Pelayanan Umat
27 Januari 2009, 1:03 pm
Filed under: Cermin, Ina Aktualita | Tag:
Pelayan Ummat Pelayan Sejati Allah

Pelayan Ummat Pelayan Sejati Allah

Saya biasa memanggilnya dengan Ami Omar. Tapi panggilan untuk mengisyaratkan usia dan penghormatan itu sama sekali tak membebani Almarhum. Di hadapan saya, dan puluhan orang lain, Almarhum selalu menempatkan diri bak anak kecil yang selalu haus ilmu. Dalam kerendahan hati dan penghargaan besar pada siapa saja, beliau selalu menempatkan diri sebagai pelajar.

Mencari ilmu telah merasuki sel-sel dan saraf-sarafnya, sehingga tak pernah beliau meluangkan waktu tanpanya. Bagi orang seperti beliau, dunia adalah ciptaan Allah yang penuh hikmah yang selalu penting untuk digali.

Siapa saja yang pernah bertemu dengan Almarhum pasti bisa merasakan kesan yang sama: kehausan beliau terhadap informasi dan ilmu. Dalam tiap kesempatan, beliau menyisakan peluang untuk bertanya dan menimba ilmu. Dan karena minat beliau tak terbatas, maka siapa pun yang menurut beliau lebih tahu tentang apa pun langsung menjadi sasaran pertanyaan beliau.

Saya sering bertemu orang lanjut usia, tapi sangat jarang saya menemukan yang seperti Almarhum dalam menghargai anak-anak muda. Bukan sekali dua kali Almarhum menuturkan kekagumannya pada anak-anak muda yang beraktivitas di bidang keilmuan dan kebudayaan. Kekaguman yang sebenarnya bersumber dari keinginan Almarhum untuk memotivasi mereka. Almarhum seolah ingin mengingatkan mereka bahwa hidup di dunia itu sangat mungkin harus berada dalam ruang-ruang senyap, tak ada gebyar.

Sejak sekitar usia 12 tahun, Almarhum telah mengisi benak saya dan ratusan anak muda Indonesia lain dengan vitamin-vitamin ilmu. Saya masih ingat saat-saat saya keranjingan membaca studi-studi kritis beliau atas sejarah Islam. Saya masih ingat benar bagaimana saya sampai kena tegur beberapa kali dari ayah saya hanya karena tidak keluar-keluar kamar membacai karya-karya Almarhum yang bernas. Tak pernah saya menemukan penulis yang lebih teliti daripada beliau dalam soal-soal ini. Dan betapa jarang penulis seteliti beliau sampai mampu menghasilkan lebih dari 40 karya.

Almarhum adalah sedikit dari pejuang yang mendapat taufik dari Allah untuk melayani masyarakat dengan harta, tinta dan keringat. Banyak orang memberi kesaksian bahwa ilmu kedokterannya telah dia abdikan sebagai layanan gratis bagi masyarakat. Semasa bekerja menjadi kepala rumah sakit di Lampung, Almarhum hampir tak pernah memungut biaya untuk berbagai jasanya. Tak pelak, sampai usia pensiun, keadaan ekonomi Almarhum masih seperti sarjana yang baru lulus kuliah kedokteran.

Manusia seperti beliau tak akan sudi direduksi menjadi pencari pendapatan—seperti yang diinginkan oleh ideologi Barat. Ami Omar Hashem, dan ratusan pejuang lain seperti beliau, telah membuktikan bahwa kemuliaan manusia jauh lebih tinggi ketimbang ukuran-ukuran material seperti itu.

Lebih dari itu, Almarhum adalah manusia yang selalu siap membantu dan berkorban. Dalam hidup yang serba sulit, terutama karena kondisi kesehatannya yang terus menurun selama 20 tahun terakhir, Almarhum tak pernah sanggup melihat orang kesulitan. Setiap kali orang mengeluhkan sesuatu padanya, Almarhum selalu kepikiran. Banyak orang yang menyaksikan sifat kemanusiaan yang luarbiasa ini pada dirinya.

Satu hal yang selalu saya tunggu dari beliau, setiap kali saya bertemu atau hadir dalam majlis beliau, adalah cara beliau menggambarkan Rasulullah. Begitu detail, begitu menawan, begitu manusiawi. Ditambah dengan tutur kata beliau yang syahdu. Dalam kesempatan-kesempatan itu, saya tak pernah bisa menahan butiran-butiran hangat membasahi pipi, seperti juga banyak orang lain di sekitar saya.

Menjelang perpisahannya dengan dunia, Ami Omar Hashem berkali-kali meminta untuk dibawa ke Gaza. Beliau ingin membantu anak-anak yang sedang menderita di sana. Almarhum pasti kini sudah bersama anak-anak itu menelan kebahagiaan tanpa ujung dari Sang Khalik.

Semua gambaran di atas jelas baru sebagian kecil dari kemuliaan Almarhum. Hanya Allah yang tahu seluruhnya, dan hanya Dia pula yang mampu membalas kebaikan-kebaikan manusia seperti Almarhum.

Selamat jalan pejuang, pelayan umat, ilmuwan sejati. Kami berupaya menguntitmu dari belakang, menyusuri jejak kemanusiaan yang telah engkau gariskan.

sumber: east-lam [http:musakazhim.wordpress.com]


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: