Alif News


Penulis “Muhammad Sang Nabi” itu Kini Bersua Kekasihnya
28 Januari 2009, 3:08 pm
Filed under: Cermin, Ina Aktualita, Pustaka | Tag:

Beberapa hari yang lalu, para pencari dan pencinta kebenaran, kehilangan seorang guru, pembimbing, dan tauladan. Beliau adalah intelektual besar langka yang ‘anti penonjolan diri’, demikian seorang Doktor muda di tanah air memberikan julukan terhadap sosok pejuang dan pelayan ummat yang sejatinya adalah pelayan Allah, Dr. Omar Hashem.

Selamat Menempuh Jalan Cahaya

Selamat Menempuh Jalan Cahaya

Dukacita mendalam pasti akan dialami oleh mereka yang mengenal dekat almarhum Dr. Omar Hashem, setelah kepergian beliau menghadap Allah. Saya dapat pastikan hal ini dalam ukuran penilaian saya, karena orang-orang seperti saya yang tak mengenal beliau saja, kecuali dari sedikit buku dan tulisan beliau, dapat pula terbetot jauh dalam ruang kesedihan yang tak mampu saya gambarkan. Inilah kuasa Allah, yang teramat benar dengan janji-Nya, siapapun yang benar-benar mencintai-Nya pasti akan beroleh kecintaan di hati-hati para hamba-Nya.

Dari kesaksian yang saya baca dari orang-orang terpercaya, saya kian menjadi yakin bahwa sosok pejuang tangguh seperti beliau, memang sungguh langka di tengah-tengah kita. Selama ini kita abai, dan setelah beliau pergi, baru kita sadar dan tahu: siapa beliau sebenarnya. Semoga Allah berkenan mengampuni kita, sebagaimana kita berdoa semoga Dr. Omar Hashem pergi dalam keadaan ridha dan diridhai-Nya.

Untuk mengenang beliau dan jasa-jasa besarnya bagi kita semua, berikut kami postingkan sedikit deskripsi tentang salah satu buku yang beliau tulis tentang Rasulullah saaw, berjudul “Muhammad Sang Nabi”. Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk membeli buku-buku beliau, membacanya tuntas dengan penuh penghayatan, dan pada akhirnya dapat mengambil hikmah yang melimpah darinya.

Buku Karya Dr. Omar Hashem

Buku Karya Dr. Omar Hashem

Judul Buku : Muhammad Sang Nabi

Pengarang : O. Hashem

Penerbit : Ufuk

Halaman : 440

Harga : Rp. 59.900,-

Kategori : Biografi Rasul

Muhammad Sang Nabi merupakan sebuah karya besar yang ditulis oleh seorang O. Hashem. Dalam runtutan yang dalam, ia uraikan sebuah diari lengkap dan catatan sejarah Sang Nabi dengan detail yang mungkin belum pernah ada sebelumnya.

Muhammad memang sangat pantas dan wajar menjadi Sang Nabi. Betapa tidak, dalam hidupnya tak pernah satu pun manusia (yang secara jujur) tidak mengakui kehebatan beliau. Lawan seakan tak percaya kalau Nabi adalah musuh mereka. Teman dan kawan yang dekat dengannya begitu menghargai dan mencintai bahkan melebihi anak, isteri dan orang tua mereka. Adakah sejarah setelahnya mencatat seorang manusia yang memiliki posisi seperti yang dimiliki Sang Nabi ini? Jawabnya adalah sebuah keniscayaan.

Ketokohan Muhammad bukan saja dibesarkan oleh para sahabat yang menjadi pengikut setia ajarannya, tetapi kebesaran dan kehebatan beliau itu diakui pula secara jujur oleh musuh-musuhnya. Michel Heart bahkan menulis dan mengabadikan kebesaran Muhammad sebagai orang nomor satu yang paling berpengaruh dibanding dengan tokoh-tokoh lain dalam sejarah peradaban manusia di dunia ini. Begitu pula Napoleon Bonaparte, karena mengagumi kehebatan Sang Nabi, dengan serta merta ia mengambil kebijakan dan prinsip-prinsip perang yang pernah dijalani Beliau. Kalau bukan sebuah kepribadian yang fantastis dan penuh kharisma, tentulah sebuah sikap dan perilaku yang lahir dari seseorang akan ditelan bahkan diterjang oleh badai zaman.

Sang Nabi memang sebuah fenomena. Ia berangkat dari akhlak mulia yang penuh tawadhu’ dan ikhlas semata karena Allah. Dari sinilah lahir sebuah keberanian tanpa pamrih. Keberanian karena sebuah kebenaran. Beliau tegar sebagai pemimpin dan tak goyah dihantam fitnah. Mulia di hadapan lawan. Isy Kariman aw mut syahiidan. Itulah Muhammad!

Satu hal lagi yang menjadikan Sang Nabi menjadi good example atau uswatun hasanah bagi peradaban manusia adalah kedispilinan dan kejujuran beliau dalam hubungan sosial. Pernah suatu ketika Sang Nabi dititipkan amanah oleh kafir quraisy yang sebelumnya adalah lawan di medan perang. Beliau tetap memelihara dan menjaga amanah itu dengan baik. Dalam hal aqidah, nabi Muhammad dimusuhi tetapi dalam kejujuran Beliaulah tempatnya.

Sebagai seorang manusia, Sang Nabi tetap memerankan fungsi-fungsi kemanusiaannya seperti manusia lain, namun Beliau melakukannya dengan added value di mana kita melakukannya dengan biasa-biasa saja.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: