Alif News


Hamas: Shalit Harus Ditukar dengan Tawanan Palestina
30 Januari 2009, 6:36 pm
Filed under: info palestina | Tag:

Hamas Tolak Syarat Neko-Neko dari Israel

Hamas Tolak Syarat Neko-Neko dari Israel

Delegasi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) yang dikirim ke Kairo, Mesir menolak sejumlah syarat yang dipaksakan oleh Rezim Zionis Israel. Sebagaimana dilaporkan IRNA, Anggota Delegasi Hamas, Salah Bardawil menolak syarat Rezim Zionis Israel yang menghubungkan antara gencatan senjata dan pembukaan jalur penyeberangan Gaza dengan pembebasan Gilad Shalit.

Salah Bardawil di Kairo menandaskan bahwa tidak mungkin menghubungkan masalah gencatan senjata dengan pembebasan Gilad Shalit. Ditambahkannya, Israel harus membebaskan tahanan Palestina jika menginginkan Gilad Shalit. Lebih dari 12 ribu warga Palestina ditahan di sejumlah penjara Israel dengan kondisi yang mengenaskan. Gilad Shalit merupakan tentara Israel yang diculik oleh pejuang Palestina di Jalur Gaza pada Juni 2006 lalu.

Sementara itu, Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Khaled Meshal menegaskan penolakan pihaknya terhadap sejumlah syarat yang ditetapkan Rezim Zionis Israel. Khaled Meshal kemarin malam (Rabu, 28/01) di Doha, Qatar menegaskan bahwa Hamas dan kelompok Palestina lainnya menolak tawaran Rezim Zionis Israel. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert menekankan bahwa perbatasan dengan Gaza hanya akan dibuka setelah Hamas membebaskan Gilad Shalit. Sementara Khaled Meshal menandaskan, Gilad Shalit hanya akan diserahkan dalam koridor pertukaran tawanan dan pembebasan sejumlah warga Palestina yang ditahan Zionis.

Ketua Biro Politik Hamas ini mengatakan, perdamaian dan stabilitas di Gaza hanya akan tercipta dengan pencabutan blokade dan pembukaan kembali seluruh jalur penyeberangan. Dalam kesempatan itu, Khaled Meshal juga mengkonfirmasikan pembentukan sebuah elemen nasional baru menggantikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Ditambahkannya, kelompok Palestina kini tengah berupaya membentuk lembaga nasional baru yang beranggotakan seluruh bangsa Palestina, baik mereka yang berada di dalam atau di luar tanah pendudukan.

Khaled Meshal menegaskan bahwa untuk kondisi saat ini PLO tidak dapat menjadi wakil bangsa Palestina. Ditambahkannya, PLO telah berubah menjadi lembaga yang menciptakan keretakan dan perpecahan di tengah bangsa Pelestina. Dalam pesan yang ditujukan kepada George Mitchell, utusan presiden AS ke kawasan Timur Tengah, Khaled Meshal menandaskan, semua upaya di kawasan akan gagal jika mengesampingkan peran Hamas.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: