Alif News


Nasib Tragis Monumen Sepatu Zaidi
1 Februari 2009, 1:53 am
Filed under: Amit-Amit, Derita Irak, Eksternal | Tag:
Umur Cuma Sehari. Digusur Setelah Diresmikan.

Umur Cuma Sehari. Digusur Setelah Diresmikan.

Insiden pelemparan sepatu kepada George W. Bush, 14 Desember 2008, sudah menjadi peristiwa yang bersejarah di Irak. Untuk mengenang aksi yang memalukan bagi presiden Amerika Serikat itu, didirikanlah sebuah monumen berbentuk sebuah sepatu di kota Tikrit, 130 km sebelah utara Baghdad, Irak.

Stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa sekitar 400 orang di Tikrit, Kamis 29 Januari 2009, hadir dalam peresmian monumen. Bentuk monumen yang terbuat dari perunggu setinggi 3 meter itu mirip dengan sepatu yang dilemparkan seorang wartawan Irak, Muntazar al-Zaidi, kepada Bush.

Pembuatnya adalah seorang seniman bernama Laith al-Amari. Dia menegaskan bahwa pembuatan monumen itu bukan untuk tujuan politis, melainkan ingin mengungkapkan bahwa sepatu yang dilempar ke Bush sudah menjadi “simbol kebanggaan semua orang Irak.”

Patung sepatu besar itu berlandaskan sebuah batu ukiran yang bertuliskan sebuah puisi pujian kepada al-Zaidi. Pahlawan baru Irak itu ironisnya masih mendekam di penjara menunggu kasusnya disidangkan di pengadilan.

Sedangkan sepasang sepatu yang dilempar al-Zaidi tersebut konon sudah dihancurkan aparata keamanan Irak dan AS kalau-kalau menyimpan bahan peledak.

Namun ironisnya…

Baru sehari diresmikan pada Kamis 29 Januari 2009, monumen untuk memperingati peristiwa fenomenal pelemparan sepatu ke Bush di lokasi panti asuhan Kota Tikrit, 130 km sebelah utara Baghdad, Irak, digusur.

Salah satu pegawai pemerintahan di Trikit,  kepada CNN, mengatakan monumen dipindahkan atas permintaan pemerintah pusat, yang saat kini jadi lawan sang pelempar sepatu, Muntazar Al Zaidi di pengadilan.

Ditambahkannya, setelah permintaan dikeluarkan, polisi Irak langsung mendatangi lokasi, memastikan monumen berbentuk sepatu itu telah dipindahkan.

“Kami tak mengijinkan siapapun menggunakan fasilitas dan gedung pemerintah untuk motif-motif politik,” kata pejabat Gubernur, Abdullah Jabara, seperti dirilis CNN, Jumat 30 Januari 2009.

Pelemparan sepatu ke Bush dalam sebuah konferensi pers pada 14 Desember 2008, telah menjadi simbol perlawanan di dunia Arab. Sepatu saat saat ini tak hanya sebagai alas kaki, tapi naik pangkat menjadi simbol perlawanan.

Al Zaidi yang berani melempar sepatu pada seorang pemimpin negara adikuasa, lantas dielu-elukan sebagai pahlawan. Ironisnya, saat ini dia mendekam di penjara. Al Zaidi bahkan harus merayakan ulang tahunnya yang ke 30, awal bulan ini, di dalam penjara.

Monumen secara keseluruhan setinggi 3,5 meter itu terbuat dari fiberglas yang dilapisi tembaga. Badan sepatu warna coklat dibangun setinggi 2,5 meter dengan lebar 1,5 meter. Seniman monumen, Laith al-Amari tak bekerja sendirian, para penghuni panti asuhan membantu pembangunan monumen senilai US$ 5000 itu selama 15 hari.

“Anak-anak yang membantu pembangunan monumen adalah korban perang Bush,” kata Direktur Panti Asuhan, Faten Abdulqader al-Naseri.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: