Alif News


Kekuatan Cinta dan Kasih Sayang Yang ‘Menghidupkan’
17 Maret 2009, 4:40 pm
Filed under: Cermin, Hikmah, Keluarga | Tag:

Tebarkan Cinta Dalam Kehidupan

Tebarkan Cinta Dalam Kehidupan

Sudah lama saya tidak berjumpa dengan teman saya Kevin. Pada suatu pertemuan tidak terduga, saya mengetahui bahwa setelah dia menikah, istrinya telah melahirkan seorang bayi perempuan prematur dengan berat hanya 500 gram.

Selain menghabiskan biaya yang sangat besar, suami-istri berdua juga letih sekali karena harus banyak mondar-mandir, sedang hati merekapun selalu diliputi rasa cemas.

Saya mendengarkan Kevin bertutur dengan sangat tenang, terharu bahwa walaupun dia tahu kesempatan hidup bayi itu sangat kecil, mereka tetap saja mencari dana kian kemari untuk menanggulangi segala kesulitan. Tidak melepaskan jiwa kecil ini.

Meskipun anak perempuannya itu pada akhirnya harus meninggalkan mereka, tetapi mereka telah berusaha sekuat tenaga. Kevin menghadapi kenyataan itu dengan tenang dan damai, diam-diam mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya itu dan mendoakannya agar bisa memulai kehidupan barunya dengan bahagia.

Melihat apa yang terjadi dengan Kevin, saya jadi teringat sebuah kisah yang pernah saya baca. Sebuah kisah yang sangat mengharukan. Kisahnya sebagai berikut:

Seorang wanita berusia 50-an telah mengeram hidup cucunya yang seukuran saku dan memiliki berat hanya 630 gram.

Zhou Yulan yang berusia kira-kira 50-an tahun berasal dari propinsi Henan kabupaten Ping Yu, mempunyai menantu hamil tujuh bulan yang terus-menerus mengalami pendarahan hebat, sehingga anaknya dilahirkan melalui operasi Caesar.

Cucu kecilnya ketika lahir berat badannya hanya 630 gram, pernafasan dan detak jantungnya sangat lemah, dokter menyarankan mereka untuk memindahkan bayi itu ke rumah sakit besar untuk diselamatkan.

Menantunya masih harus mendapat pertolongan dan perawatan di rumah sakit itu. Zhou Yulan membiarkan anak lelakinya menjaga menantunya. Dia sendiri membawa cucunya pergi berobat ke rumah sakit yang berada di kota.

Dokter memastikan anak itu kekurangan oksigen dan menyarankan agar segera masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Akan tetapi oleh karena Zhou Yulan tidak bisa membayar uang jaminan rumah sakit sebesar puluhan ribu yuan, dia terpaksa menggendong cucunya itu meninggalkan rumah sakit.

Ketika itu nafas dan detak jantung cucunya sesak dan sangat lemah, dia lalu menggunakan nafasnya sendiri menghangatkan bayi kecil itu.

Mula-mula dia mengambil nafas, kemudian perlahan-lahan ditiupkan ke mulut dan pinggir hidung cucunya. Mungkin juga si kecil itu dapat merasakan kasih dan harapan yang dibawakan oleh neneknya itu, akhirnya dia mulai perlahan-lahan bernafas sendiri.

Zhou Yulan meletakkan cucunya itu di atas perutnya. “Sama seperti ayam yang sedang mengerami telurnya”, memberikan panas tubuhnya kepada cucunya.

Setelah selama satu minggu lebih menggunakan cara demikian, Zhou Yulan baru berani membungkus cucunya itu dengan selimut katun dan selimut kapas, kemudian memeluk dan mendekapnya dengan erat di dadanya.

Demikianlah Zhou Yulan menggunakan panas tubuhnya memperlakukan cucunya yang hanya “setelapak tangan” besarnya itu bertahan hidup dan selamat melewati 9 hari masa kritisnya.

Pada umumnya, bayi prematur dengan berat badan di bawah 750 gram sangat rentan sekali kemungkinan untuk bisa hidup. Zhou Yulan meskipun tidak bisa membayar uang jaminan rumah sakit, ia tidak menjadi sedih dan patah semangat.

Di jaman sekarang banyak sekali keluarga yang karena tidak dapat melunasi hutang-hutangnya, menjadi putus asa, tidak sanggup menghadapi penderitaan hidup, lalu mengambil jalan pintas, bunuh diri bahkan mengajak serta anak istri.

Beberapa bulan lalu, di desa Guan Yin kabupaten Tao Yuan telah terjadi tragedi keluarga yang mati dengan membakar diri, di dalam mobil tempat kejadian, telah ditemukan sisa arang dan obat tidur.

Manusia saat dalam kesengsaraan memang akan merasa sangat tidak enak, tetapi mampu atau tidaknya seseorang untuk melewati kesengsaraan itu, acapkali hanya terpaut pada perbedaan sekilas pikirannya.

Yang dikhawatirkan adalah bila orang itu menyerah begitu saja, jika ia berkeinginan melewati pasti bisa terlewati.

Hanya saja di dalam prosesnya itu, mungkin Anda harus lebih banyak menderita, tetapi sesungguhnya menderita itu juga bukanlah sesuatu hal yang jelek.

Ketika mengalami keada-an sulit, hati harus tetap tenang, jangan mempunyai perasaan telah diperlakukan tidak adil, menyalahkan pihak lain. Jangan menghadapi kesulitan dengan sikap yang tanpa berupaya apa pun, dengan demikian maka akan muncul suatu kesempatan untuk merubah masalah menjadi lebih baik, datangnya kesempatan untuk merubah semacam ini acapkali karena adanya keberanian untuk menanggung akibat.

Zhou Yulan, dengan upayanya yang tidak takut menghadapi penderitaan akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa cucunya. Bila kita amati lebih seksama, apalah arti penderitaan itu jika karenanya ia lalu dapat menyelamatkan satu jiwa yang nilainya jauh lebih berharga?


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: