Alif News


BARAKHIRNYA AJAL SANG PENCARI BERITA AKIBAT ULAH KERABAT PEMERINTAH
26 Mei 2009, 7:55 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum

87292CB6DC97B88FE52B7C06427ADTujuh tersangka pelaku pembunuhan terhadap AA Narendra Prabangsa (43) wartawan Radar Bali ditangkap pihak kepolisian di tempat terpisah di sejumlah tempat di Kabupaten Bangli, Bali.Penangkapan terhadap mereka dilakukan secara maraton oleh petugas kepolisian sejak Minggu hingga Senin dinihari.

Kapolda Bali Irjen Pol T Ashikin Husein di Denpasar, Senin sore, mengatakan, pihaknya telah menetapkan tujuh tersangka atas kasus pembunuhan yang menewaskan korban Prabangsa.”Dari hasil penyelidikan, termasuk melalui tes DNA dan penelitian di laboratorium forensik dan yang lainnya, kami menetapkan tujuh tersangka pelaku dalam kasus tersebut,” katanya.

Mereka adalah I Nyoman Susrama adik kandung Bupati Bangli I Nengah Arnama yang dalam kasus ini selaku aktor intelektual.Selain aktor intelektual, dua tersangka diketahui telah bertindak sebagai eksekutor dalam pembunuhan itu, yakni I Nyoman Rencana dan I Komang GD Wardana.

Keduanya juga bertugas membuang mayat korban di dekat Pantai Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali.Empat tersangka lain yaitu Komang Gede berperan sebagai penjemput korban, Dewa Sumbawa sebagai sopir Susrama, serta Endy dan Jampes sebagai tukang bersih darah korban yang berceceran, baik di tempat “eksekusi” maupun di mobil yang digunakan membuang mayat korban. Baca lebih lanjut



KOMENTAR RAKYAT CILIK TERHADAP PENEGAK HUKUM
26 Mei 2009, 7:33 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum | Tag:

Logo BBH

Apa yang menjadi biang keladi begitu suburnya praktik korupsi di negeri ini? Jawabannya, karena kalangan birokrat masih belum serius membasmi praktik korupsi tersebut. Bahkan peran oknom aparat penegak hukum juga pengacara yang seharusnya menjadi tumpuhan harapan publik dalam memberantas praktik korupsi justru tidak dilakukan secara optimal. Apa yang mereka lakukan tidak lebih sebagai adegan dalam sinetron semata.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kalangan birokrat, dari pusat hingga daerah, berlomba-lomba merampok uang rakyat tanpa rasa malu dan bersalah.

Menurut Mohammad Hadun pengacara yang aktif dipergerakan ini mengatakan. Media massa memang banyak memberitakan birokrat didakwa melakukan tindak pidana korupsi. Namun sayangnya, belum terdengar berapa jumlah koruptor yang ditangkap dan dikerangkeng di bui. Kondisi ini membuat masyarakat perlu terus mengawal proses pemeriksaan terhadap oknum tersangka bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Baca lebih lanjut