Alif News


AGAMA ATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL
27 Juni 2009, 5:39 pm
Filed under: Al Muhibbin

KALANGAN agamawan dari tiga agama besar di London ikut mencoba mengatasi krisis ekonomi global dengan pendekatan keagamaan. Sebuah seminar bertajuk Agama dan Kapitalisme diselenggarakan Pusat Kebudayaan Islam di Masjid London. Menteri Keuangan Kerajaan Inggris, Stefan Tim, ikuthadir dan berbicara dalam seminar yang diselenggarakan beberapa waktu lalu itu.

Seminar dibuka Dr Ahmed Adibyan, Direktur Islamic Centre London, sebagai penyelenggara. Ia menekankan peran agama monoteis (Islam, Yahudi, dan Kristen) dalam pelayanan masyarakat dan kehidupan manusia yang juga terkait dengan kesejahteraan. Ia mengajak semua peserta bisa merumuskan kaidah dan etika agama dalam memecahkan krisis ekonomi yang harus dititikberatkan pada kesejahteraan masyarakat.
Dr. Sigmund Sternberg, yang mewakili Forum Tiga Agama di Inggris sangat memuji langkah yang dilakukan Islamic Center Inggris dalam menyelenggarakan konferensi keagamaan untuk ikut serta memecahkan krisis keuangan global. Demikian seperti dikutip harian Asyarqul Awsath edisi Kamis, 25 Juni kemarin.
Sternberg menilai, kerjasama antara tokoh agama untuk memecahkan persoalan ekonomi akan meringankan beban masyarakat dan negara. Agama diharapkan bisa memberi kontribusi serta pembenahan terhadap sistem ekonomi dunia yang dinilai sangat kapitalistik. Krisis adalah dampak dari sistem kapitalis yang selama puluhan tahun diyakini sebagai sistem ekonomi ideal.

Seperti diketahui, pimpinan gereja Katholik sedunia, Paus Benediktus XVI sendiri memngharap umatnya memperhatikan sistem ekonomi Islam. Sri Paus mengapresiasi sistem ekonomi Islam yang meniadakan riba dan menanamkan kepercayaan dalam operasionalnya. Sistem ekonomi Islam yang memiliki landasan saling tolong menolong (ta�awun) dan ditopang landasan ibadah ini dianggap sebagai pilihan mengatasi krisis ekonomi.
Seminar diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama mengkaji peran agama dalam memecahkan krisis ekonomi global yang dipicu krisis kredit perumahan di AS. Sementara sesi kedua yang melibatkan kalangan ekonom dan peneliti mencoba mengurai benang kusut krisis ekonomi dari sudut sosiokultural masing-masing agama. Mereka juga berbicara tentang hubungan antar investasi dan risiko keuangan serta pertukaran pengalaman dalam mengembangkan ekonomi keumatan

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: