Alif News


LAILATUL QADAR MALAM PUNCAK PENGAMPUNAN TUHAN
11 September 2009, 1:10 pm
Filed under: Al Muhibbin | Tag:
PICT0032

Pemandu Malam 21: Ust Muhsin Labib, MA

PROBOLINGGO,21 RAMADHAN 1430 H. Beruntunglah bagi orang yang pada Lailatul Qadar dapat melakukan Ritual pembacaan do’a seribu Nama Allah untuk mendapatkan pengampunan-Nya. Namun apabila do’a tersebut tidak memiliki landasan dasar kehidupan yang kokoh maka do’a tersebut akan kehilangan makna. Oleh karena itu do’a yang kita sampaikan hendaklah melalui kesadaran bahwa Allah adalah wujud hakiki yang di ibaratkan sebuah buku, kita adalah huruf yang bergantung pada keberadaan kertas di dalamnya, Bahwa kita sebagai hamba Allah tidak memposisikan Allah sebagai sesuatu di luar kita. Karena jika kita memposisikan Allah sebagaimana memposisikan orang lain maka, sama halnya dengan tidak mengerti makna wujud Allah yang sebenarnya.

Kadar keyakinan wujud Allah-lah yang menentukan di terima dan tidaknya Do’a kita, sebagaimana yang didalam riwayat Imam Ja’far Shodiq mengatakan “Berbuatlah dosa semaumu akan tetapi jangan di bumi Allah,jangan menggunakan fasilitas Allah,berikan dan jangan di depan Allah”. Serius dalam berdo’a dengan ridho Allah adalah sebuah inti dari do’a seorang hamba kepada Allah, karena jika kita berdo’a kalau hanya untuk keinginan dunia maka, sama halnya memposisikan Agama seperti ATM, sebagaimana Halnya Agama hanya dijadikan alat untuk mencari dunia. Yang paling penting harus kita sadari saat kita berdo’a bahwa Allah berada didekat kita.

Agama tidak dapat di ukur dengan kekayaan dunia, banyak pandangan masyarakat umum yang mengukur kesejahteraan seseorang itu dengan kesejahteraan dunia, kekayaan dunia dan hal yang lain yang bersifat dunia. Sebuah pandangan yang sangat rendah apabila di bandingkan dengan pemahaman yang sangat suci yaitu pemahaman Agama dengan pandangan wujud Tuhan yang suci

Imam Ali pernah menyatakan dalam do’anya “Yaa Allah, akau tidak peduli jika engkau masukkan aku disurga maupun di neraka asalkan cinta dan ridho-Mu kepadaku”.

Perlu disadari bahwa kita berada dalam wujudnya, tidak ada jarak dan waktu yang memisahkan keberadaan wujud Allah dengan ciptaanya, tidak ada tempat yang tidak di hadiri Allah. Oleh karena itu saat kita mengatakan Allahu Akbar dalam sholat, janganlah membandingkan wujud Allah dengan ciptaaa-Nya. Sangat berbeda apabila seseorang yang diberi cahaya rahmat Allah dengan orang yang memandang agama ini sekedar lelucon konyol yang diman bulan Ramadhan menjadi bulan pamer kekayaan, bulan Ramadhan di jadikan bulan berhambur-hamburan uang, bulan Ramadhan dijadikan bulan yang identik dengan menu makanan.

Kalau kita tidak menyadari bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan di malam lailatul Qadar berarti sama halnya kita dengan bangkai-bangkai yang berjalan. Oleh karena itu manfaatkan bulan Lailatul Qadar ini dengan memaksimalkan bermunajat dan do’a kita kepada Allah, dengan meminta ampun kepada Allah dan memperbaiki diri kita yang sebalumnya telah berbuat lalai.

Jika seandainya di aherat kita hanya di tempatkan di pinggiran surga tidak jadi masalah, asalkan Allah ridho kepada kita, Jika kita juga meyakini hari pembalasan bahwa nantinya di hari itu amal perbuatan kita akan di tampilkan di layar raksasa Allah berarti kita sudah meyakini tentang hari pembalasan kelak.

Oleh karena itu kenikmatan menjadi pengikut Ahlulbait, menjadikan kita tergolong barisan Imam Zaman adalah sebuah kenikmatan dan kekayaan yang tak ternilai harganya dibandingkan kenikmatan dunia.

Mari… dengan dengan ramadhan yang tinggal beberapa malam ini kita introspeksi dirikita ,kita mulai perbaiki diri, kita isi dengan munajat do’a pengampunan kepapada Allah SWT.

[Idhem] transkrip ceramah Agama lailatulQadar oleh Ust. Muhsin Labib


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: