Alif News


Berita Seputar YAUMUL QUDS
18 September 2009, 12:10 am
Filed under: info palestina
Menunggu Kibar Kebebasan

Menunggu Kibar Kebebasan

Jurubicara Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas), Sami Abu Zuhri, meminta negara-negara Arab dan dunia Islam menggelar pawai damai Hari Al-Quds Sedunia yang jatuh pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan. Abu Zuhri dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Alam mengatakan, ” Hari Al-Quds Sedunia merupakan momentum penting bagi dunia Islam. Sebab, peringatan tersebut bertujuan mengaktualkan masalah Al-Quds di tengah masyarakat dunia.” Dikatakannya pula, “Masalah Palestina bukan hanya bersangkutan pada bangsa negeri ini, tapi juga mencakup seluruh dunia Arab dan Islam. Untuk itu, momentum penting Hari Al-Quds Sedunia selalu mendorong ummat Islam kembali menghidupkan kembali masalah Palestina.”


Lebih lanjut Abu Zuhri mengatakan, “Baitul Maqdis berupaya dikuasai penuh oleh Rezim Zionis Israel dengan cara menggali terowongan-terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, mengusir warga Palestina, yahudisasi peninggalan-peninggalan Islam, pencaplokan kawasan-kawasan Palestina dan pembangunan permukiman Israel.”

Menteri Wakaf Palestina. Mahmoud Al-Habash juga meminta dunia Islam supaya menaruh perhatian lebih besar pada Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha. Dalam pesannya yang disampaikan ke dunia Arab dan Islam, Al-Habash meminta para ulama Islam supaya membahas A-Quds dalam shalat Jumat terakhir di bulan Ramadhan.

Ketua Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, Ahmad Jibrail, dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Alam, mengatakan, “Pernyataan Imam Khomein ra mengenai Hari Al-Quds Sedunia bukan ditujukan pada pemerintah-pemerintah resmi di Arab. Sebab, mereka selalu ragu dan tidak peduli pada masalah Palestina.” Dikatakannya, “Dengan reaksi ummat Islam sedunia atas seruan Imam Khomeini ra, Al-Quds saat ini berada di qalbu setiap ummat Islam di dunia.”

Uskup Elyas Rehal asal Lebanon juga menekankan pentingnya Hari Al-Quds Sedunia yang diserukan Imam Khomeini ra dan meminta semua pihak supaya ikut serta dalam pawai dan demonstrasi damai pada hari Al-Quds Sedunia.

urubicara Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas), Sami Abu Zuhri, meminta negara-negara Arab dan dunia Islam menggelar pawai damai Hari Al-Quds Sedunia yang jatuh pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan. Abu Zuhri dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Alam mengatakan, ” Hari Al-Quds Sedunia merupakan momentum penting bagi dunia Islam. Sebab, peringatan tersebut bertujuan mengaktualkan masalah Al-Quds di tengah masyarakat dunia.” Dikatakannya pula, “Masalah Palestina bukan hanya bersangkutan pada bangsa negeri ini, tapi juga mencakup seluruh dunia Arab dan Islam. Untuk itu, momentum penting Hari Al-Quds Sedunia selalu mendorong ummat Islam kembali menghidupkan kembali masalah Palestina.”

Lebih lanjut Abu Zuhri mengatakan, “Baitul Maqdis berupaya dikuasai penuh oleh Rezim Zionis Israel dengan cara menggali terowongan-terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, mengusir warga Palestina, yahudisasi peninggalan-peninggalan Islam, pencaplokan kawasan-kawasan Palestina dan pembangunan permukiman Israel.”

Menteri Wakaf Palestina. Mahmoud Al-Habash juga meminta dunia Islam supaya menaruh perhatian lebih besar pada Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha. Dalam pesannya yang disampaikan ke dunia Arab dan Islam, Al-Habash meminta para ulama Islam supaya membahas A-Quds dalam shalat Jumat terakhir di bulan Ramadhan.

Ketua Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, Ahmad Jibrail, dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Alam, mengatakan, “Pernyataan Imam Khomein ra mengenai Hari Al-Quds Sedunia bukan ditujukan pada pemerintah-pemerintah resmi di Arab. Sebab, mereka selalu ragu dan tidak peduli pada masalah Palestina.” Dikatakannya, “Dengan reaksi ummat Islam sedunia atas seruan Imam Khomeini ra, Al-Quds saat ini berada di qalbu setiap ummat Islam di dunia.”

Uskup Elyas Rehal asal Lebanon juga menekankan pentingnya Hari Al-Quds Sedunia yang diserukan Imam Khomeini ra dan meminta semua pihak supaya ikut serta dalam pawai dan demonstrasi damai pada hari Al-Quds Sedunia.

Sementara itu,

Hamdan Bashar, peneliti spesialis Timur Tengah dan Islam dari LIPI menyebut pesan hari Quds dan penetapan oleh Imam Khomeini sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan dan ketidakadilan.

Hamdan Bashar, dalam wawancara dengan wartawan IRNA dari Kuala Lumpur mengatakan, “Hari Quds tidak hanya milik muslim, tapi milik seluruh manusia merdeka dan penuntut keadilan.”

Menyinggung perlawanan terhadap penjajahan dan kezaliman yang terdapat di seluruh agama ilahi, Hamdan Bashar menegaskan, hari Quds menjaga spirit melawan penjajahan dan kezaliman.

Ditekankannya,”Meskipun ide hari Quds sedunia yang dikemukakan Imam Khomeini telah berlalu selama bertahun-tahun, namun kita menyaksikan setiap tahun peringatan ini semakin meriah.”


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: