Alif News


Imam Muhammad Al-Jawad as
30 Oktober 2010, 6:10 pm
Filed under: Aktualita

Imam Muhammad Al-Jawad

a. Biografi Singkat Imam Muhammad Al-Jawad as

Berkenaan dengan tanggal kelahiran Imam Jawad as terdapat perbedaan pendapat yang tajam di antara para ahli sejarah. Menurut pendapat yang masyhur, ia dilahirkan di Madinah pada tanggal 10 Rajab 195 H. Julukannya adalah Abu Ja’far, ayahnya adalah Imam Ali Ridha as dan ibunya adalah Subaikah yang dikenal dengan julukan Khizran.

Imam Jawad as hidup sezaman dengan Ma`mun dan Mu`tashim Al-Abasi. Mu’tashim berhasil meracun Imam Jawad melalui perantara istrinyasndiri, Ummul Fadhl yang juga putri Ma`mun. Peristiwa itu terjadi ketika Imam as berusia 25 tahun.

Ma`mun yang ketika itu berusaha untuk memadamkan pemberontakan-pemberontakan yang muncul atas namasi’ah, ia bersikeras untuk mendekatkan Imam Jawad as ke keluarga istana. Tujuan utamanya adalah ia ingin mengasingkan Imam as dari kekuatan masyarakat pendukungnya. Akan tetapi, ia harus menjalankan niatnya tersebut dengan cara supaya para pendukung Imam as tidak murka. Dengan demikian, Ma`mun ingin mengawinkan putrinya, Ummul Fadhl dengannya sebagai taktik lama politiknya yang selama ini sudah beberapa kali diuji keampuhannya. Dengan taktik ini, Ma`mun –secara lahiriah– di samping mendapat rekomendasi dari Imam Jawad as atas segala perilaku yang pernah dilakukannya, ia juga dapat menyeret Imam as untuk hidup di dalam istana yang penuh dengan segala kemewahan.

Akan tetapi, Imam Jawad as bersikeras untuk pulang ke Madinah supayasgala rencana yang telah diatur oleh Ma`mun tersebut berantakan dan keashan pemerintahannya dipertanyakan.

Imam Jawad as meneruskan program ayahnya dalam berdakwah dengan menyadarkan masyarakat secara ideologi. Ia mengundang fuqaha` dari berbagai penjuru negeri Islam untuk berdiskusi dengan tujuan supaya mereka dapat mengambil pelajaran dari petunjuk-petunjuknya.

Syeikh Mufid berkata: “Ma`mun sangat menyukai Imam Jawad as Karena ia –dengan usia yang begitu muda– sudah berhasil menjadi orang, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam etika. Dalam bidang hikmah dan kesempurnaan akal, ia telah berhasil sampai kepadasatu tingkat yang para ulama kaliber pada masanya tidak mampu menyamainya”.

Belianya usia Imam Jawad as adalah sebuah mukjizat yang (dengan keluasan pengetahuan yang dimilikinya) sangat mempengaruhi para penguasasat itu. Ketika ayahnya syahid, ia hanya berusia kurang dari 8 tahun. Pada usia itu juga, ia harus memegang tampuk keimamahan.

Imam Jawad as selalu mengadakan hubungan erat dengan kekuatan masyarakat yang siap mendukungnya. Mu’tashim merasa khawatir dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Imam as Oleh karena itu, ia memerintahkannya untuk kembali ke Baghdad. Begitu Imam Jawad as memasuki kota Baghdad, Mu’tashim dan Ja’far, putra Ma`mun selalu membuat rencana untuk membunuhnya. Akhirnya pada akhir bulan Dzul Qa’dah 220 H. mereka berhasil melasnakan niatnya tersebut.

Imam Jawad as menjalani mayoritas kehidupannya pada masa Ma`mun. Oleh karena itu, ia tidak begitu banyak mendapat tekanan pada masa ini. Melihat kesempatan yang ada, ia menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk menyebarkan missi Islam.

Pada kesempatan ini kami haturkan kepada para pembaca budiman hadis-hadis pilihan yang pernah diucapkan oleh Imam Jawad as selama ia hidup.

1.Mukmin perlu kepada tiga hal

“Seorang mukmin perlu kepada taufik dari Allah, penasihat dari dalam dirinya dan menerima nasihat orang yang menasihatinya”.

2.Kokohkan terlebih dahulu kemudian tampakkan!

“Mengeksposkan sesuatu sebelum diperkokoh tidak lain adalah kerusakan belaka”.

3.Terputusnya nikmat akibat tidak bersyukur

“Tambahan nikmat dari Allah tidak terputus selama rasa bersyukur seorang hamba tidak terhenti”.

4.Mengakhirkan taubat

“Mengakhirkan taubat adalah semacam menipu diri sendiri, selalu berjanji yang tidak pernah ditepati adalah semacam kebingungan (batin), mencari-cari alasan di hadapan Allah adalah kehancuran dan melakukan masat secara kontinyu adalah merasa aman dari makar-Nya. “Maka tidak akan merasa aman dari makar Allah kecuali kaum yang fasik”.

5.Surat Imam Jawad as kepadaslah seorang sahabatnya

“Kami semua di dunia ini berada di bawah pimpinan orang lain. Akan tetapi, barang siapa yang sesuai dengan kehendak imamnya dan mengikuti agamanya, maka ia akan selalu bersamanya di mana pun ia berada. Dan akhirat adalah dunia keabadian”.

6.Tanggung jawab mendengarkan

“Barang siapa yang mendengarkan kepadasorang pembicara (dan seraya mengikuti semua ucapannya) sesungguhnya ia telah menyembahnya. Jika pembicara tersebut berasal dari Allah, maka ia telah menyembah Allah, dan jika pembicara tersebut berbicara atas nama Iblis, maka ia telah menyembah Iblis tersebut”.

7.Merelai sama dengan menerima

“Barang siapa yang menyaskan sebuah perkara kemudian ia mengingkarinya, maka ia seperti orang yang tidak pernah melihatnya. Dan barang siapa tidak menyaskan sebuah peristiwa lalu merelainya, maka iasperti orang yang menyaskannya”.

8.Wasiat Imam Jawad as

“Jiwa dan seluruh harta kita adalah anugerah Allah yang sangat berharga dan pinjaman dari-Nya yang telah dititipkan (kepada kita). Segala yang dianugerahkan kepada kita adalah pembawa kebahagiaan dan kesenangan, dan segala yang diambilnya (dari kita), pahalanya akan tersimpan. Barang siapa yang kemarahannya mengalahkan kesabarannya, maka pahalanya telah sirna. Dan kami berlindung kepada Allah dari hal itu”.

9.Bersahabat dengan sahabat Allah

“Allah pernah mewahyukan kepadasbagian para nabi asbahwaskap zuhudmu terhadap dunia akan membahagiakanmu dan penghambaanmu terhadap diri-Ku karena Aku akan memuliakanmu. Akan tetapi, apakah engkau telah memusuhi musuh-Ku dan bersahabat dengan sahabat-Ku?'”.

10.Sebuah nasihat

“Bertemanlah dengan kesabaran, peluklah kefakiran, tolaklah nas dan tentanglah segala keinginanmu. Dan ketahuilah bahwa engkau tidak akan lepas dari pandangan Allah. Oleh karena itu, periksalah keadaan dirimu”.

11.Ulama yang terasingkan

“Ulama akan terasingkan karena banyaknya orang-orang bodoh (yang tidak mau memahami nilai mereka)”.

12.Sumber ilmu Imam Ali as

“Rasulullah SAWW mengajarkan seribu kalimat kepada Ali as Dari setiap kalimat bercabang seribu kalimat (yang lain)”.

13.Pesan Rasulullah SAWW kepada Fathimah as

“Sesungguhnya Rasulullah SAWW pernah berpesan kepada Fathimah as seraya bersabda: “Jika aku meninggal dunia, janganlah engkau mencakar-cakar wajahmu, janganlah engkau uraikan rambutmu, janganlah berkata ‘celakalah aku’ dan janganlah mengumpulkan para wanita untuk menjerit-jerit menangisiku. Ini adalah kebajikan (ma’ruf) yang Allah firmankan dalam ayat-Nya: “Dan mereka tidak menentangmu dalam kebajikan”. (Al-Mumtahanah : 12)

14.Imam Mahdi as

“Al-qa`im dari keluarga kami adalah Mahdi yang wajib untuk ditunggu ketika ia menjalani ghaibah dan ditaati ketika ia muncul. Ia adalah anakku yang ketiga (Imam Mahdi bin Imam Hasan Al-Askari bin Imam Ali Al-Hadi dan as–pen.)”.

15.Bertemu sahabat

“Bertemu dengan parashabat dapat memperluas dan mematangkan akal meskipun hal itu berlangsung sebentar”.

16.Hawa Nas

“Barang siapa yang menaati hawa nasnya, maka ia telah memberikan harapan kepada musuhnya”.

17.Penyembah hawa nas

“Penyembah hawa nas tidak akan aman dari ketergelinciran”.

18.Orang-orang yang berpegang teguh kepada Allah

“Bagaimana mungkin binasa orang yang Allah adalah penanggungnya, dan bagaimana mungkin dapat menyelamatkan diri (baca : lari dari keadilan Ilahi) orang yang Allah adalah pencarinya. Barang siapa yang bertawakal kepadaslain Allah, maka Ia akan menyerahkannya kepada orang tersebut”.

19.Mengenal awal dan akhir kehidupan

“Barang siapa yang tidak mengetahui jalan masuk, maka ia tidak akan dapat menemukan tempat keluar”.

20.Hasil usaha

“Berusahalah sekuat tenaga hingga kau mencapai tujuan. Jika tidak, engkau akan hidup dalam kesusahan”.

21.Mensyukuri nikmat

“Nikmat yang tidak disyukuri bagaikan dosa yang tidak akan diampuni”.

22.Toleras terhadap masyarakat

“Orang yang enggan bertoleras dengan masyarakat, kesedihan akan selalu menghantuinya”.

23.Akibat tidak memiliki pengetahuan

“Orang yang mengerjakan sesuatu tanpa didasari oleh pengetahuan, kerusakan yang ditimbulkannya lebih banyak dari pada perbaikan yang diinginkannya”.

24.Qadha` yang pasti

“Jika qadha` yang pasti tiba, maka kehidupan menjadi sempit”.

25.Masa akan berceritasgalanya

“Masa akan menyingkap rahasia-rahasia yang (selama ini) tersembunyi darimu”.

26.Mawas diri

“Mawas diri bergantung kepada kadar rasa takut (yang dimiliki oleh seseorang)”.

27.Janganlah menjadi demikian!

“Jangan engkau (berpura-pura) menjadi wali Allah di hadapan khalayak dan menjadi musuhnya di belakang mereka”.

28.Empat faktor penggerak

“Empat hal dapat membantu seseorang untuk beraktivitas: kesehatan, kekayaan, ilmu dan taufik”.

29.Samasperti orang zalim

“Orang yang melihat kezaliman (sedang berlangsung), orang yang menolongnya dan orang yang merestuinya adalah sama (dengan orang yang melasnakan kezaliman tersebut”.

30.Dosa-dosa penyebab kematian

“Kematian manusia yang disebabkan oleh dosa lebih banyak dibandingkan dengan kematiannya karena ajal, dan ia hidup karena kebajikan yang dilakukannya lebih banyak dibandingkan dengan hidupnya karena umur panjang”.

31.Faktor-faktor penarik kasih sayang

“Tiga hal dapat menimbulkan kasih sayang: memahami orang lain, saling menolong ketika masa kesulitan dan menjalani kehidupan dengan hati yang bersih”.

32.Percaya kepada Allah adalah tangga kesempurnaan

“Percaya kepada Allah adalah harga untuk harta yang mahal dan tangga menuju kesempurnaan”.

33.Cepat menuju Allah

“Menuju Allah dengan hati lebih jitu dan tepat dari pada menuju kepada-Nya dengan perantara amalan”.

34.Menghindari orang jahat

“Janganlah bersahabat dengan orang jahat, karena ia bagaikan pedang yang telah dikeluarkan dari sarungnya; enak dipandang, buruk akibatnya”.

35.Faktor-faktor ridha Allah dan manusia

“Tiga hal dapat mengantarkan manusia kepada ridha Allah: banyaknya istighfar, keramah-tamahan dan banyak bersedekah. Tiga hal jika dimiliki oleh seseorang, ia tidak akan menyesal: tidak terburu-buru, bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah ketika iasdah mengambil keputusan”.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: