Alif News


MENYAJIKAN MALAM LAILATUL QADAR DENGAN TOUBAT
24 Agustus 2011, 3:16 pm
Filed under: Hikmah | Tag:

MALAM PENENTUAN PAHALA

By : Idhem

Di malam lalitul qadar setiap manusia menginginkankan agar hidayah dapat menghampirinya, tapi ibadah apa yang kita banggakan dari amalan per buatan kita sendiri..?, praktis tidak ada. Di saat kita dihadapkan dengan Allah SWt, terlalu berani jika seseorang  mengandalkan ibadah shalatnya yang serba kurang, shalatnya yang dilakukan tidak dengan secara khusuk atau shalatnya yang sering dilakukan di akhir waktu. terlalu berani seseorang mengandalkan nasibnya hanya dengan gerak gerik yang kita lakukan terkadang jauh dari substansi dan hakikat sholat itu sendiri, sebagaimana kita tidak bisa menggantungkan dan mengandalkan amal perbuatan kita yang lain yang serba sedikit dan serba tidak berarti, yang seringkali kita lakukan tidak tulus untuk Allah SWT, oleh sebab itu para pecinta dan pengikut ahlulbait lebih mengandalkan cinta mereka kepada wujud suci Amirul Mu’mini Ali bin abu thalib, kecintaan yang tulus, rasa duka dan sedih pada saat mereka tertimpa musibah, bisa menjadi alasan Allah SWt untuk memandang kita semua di malam lallatul Qadar ini, kita  panjatkan kehadiratnya ya Allah, sungguh hamba mu tidak bisa mengandalkan sesuatu dari amal perbuatanya, tapi kecintaanku kepada ahlul bait, cintaku kepada Ali bin abu thalib, rasa sedihku dan tangisanku di malam kesyahidan beliau adalah pertanda cinta yang tulus karena cinta itu adanya di dalam hati, mungkin orang lain tidak pernah atau bahwa kita sedih pada saat kesedihan ahlulbait dan juga tentu senang pada saat kesenangan mereka, perasaaan itu pasti perasaan yang tulus dan itulah yang bisa kami harapkan, bahwa di hari kiamat kelak ketika seseorang tidak bisa mengandalkan sesuatu apapun yang pernah ia lakukan di dunia Allah akan memberikan keselamatan pada kita karena  kecintaan tersebut, oleh sebab itu kondisi seperti ini patut kita syukuri  betapa banyak orang-orang yang sama sekali tidak memperhatikan bahwa di tanggal 19 ramadhan ada wujud suci pendamping rasulullah SAWW yang mengakhiri hayatnya dengan sangat menyedihkan di pukul kepalanya di saat beliau mendirikan shalat di mihrabnya dan harus mengakhiri hayatnya di saat umat membutuhkan beliau, banyak diantara kaum muslim yang tidak tau apalagi memberikan perhatian pada peristiwa tersebut, maka dari itu sangatlah pantas jika para pecinta ahlul bait memperingati acara syahadah beliau, kepada musibah yang menimpa Ali Bin Abu Thalib, sebagaimana pula kita patut mensyukuri bahwa Allah SWT masih memberikan taufik kepada kita untuk tetap hidup sampai bulan Ramadhan yang sekarang, ini merupakan kesempatan  luar biasa yang layak bagi seseorang untuk bersyukur karenanya berapa banyak dari kawan kita yang pada tahun yang lalu ada bersama kita  tahun ini tidak lagi bersama kita, semoga itu menjadi alasan bagi Allah SWT untuk menambah kenikmatanya kepada kita apabila kalian bersyukur maka kami akan menambah kenikmatan pada kalian maka dari itu jangan pernah mengabaikan kenikmatan Allah sekecil apapun.

Ramadhan adalah taufik besar Allah SWT, Allah memberlakukan aturan yang berbeda di bulan Ramadhan, di hari dan bulan yang lain Allah tidak memberi ganjaran kepada perbuatan yang tidak kita ikhtiarkan, perbuatan yang dilaksanakan dengan ikhtiar kita, maka Allah akan memberikan pahalanya, bersedekah, beribadah,atau berbuat kebaikan lainya, maka Allah akan memberikan pahala atas perbuatan tersebut, namun di bulan Ramadhan permasalahnya berbeda sama sekali.

Allah SWT demi kemuliaan bulan suci ini memberikan pahala kepada kita bahkan untuk perbuatan yang tidak kita niati, perbuatan yang tidak kita ikhtiarkan sekalipun, kita ambil  contoh bernafas, bernafas adalah perbuatan yang kita lakukan sepanjang kita hidup perbuatan yang mau tidak mau kita lakukan untuk menyambung hidup kita, di bulan-bulan yang lain, bernafas adalah perbuatan yang biasa, yang tidak pernah menyebabkan pahala apapun namun di bulan Ramadhan masalahnya jadi berbeda, di bulan Ramadhan, nafas kita pun dihitung sebagai amal perbuatan yang baik Rasulullah bersabda

setiap nafas yang kita hembuskan di hitung sebagai tasbih pada allah SWT dan juga di beri pahala karena itu, tidur adalah perbuatan yang kita lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan tubuh kita ,tapi di bulan ramadhan masalahnya berlaku sebagai ibadah yang di hitung pahala oleh Allah SWT .

Maka dari itu taufik besar ini jangan pernah kita lewatkan, kalau saja 20 hari berlalu tanpa kita sadari, banyak dintara kita bahkan terkadang terkejut tiba-tiba kita sudah berada di hari dua puluh tiga bulan Ramadhan , tamu yang sangat mulia ini akan segera beranjak pergi, apabila dari hari 23 yang lalu kita tidak berbuat banyak dan memanfaatkan kehadiran bulan suci Ramadhan, belum banyak al-Qur’an yg kita baca,  belum banyak sedekah dan amal perbuatan yang kita lakukan ,sepuluh hari bukan waktu yang lama jika dua puluh hari berlalu dengan cepat maka yang tersisa  sepuluh hari,  sepuluh hari adalah waktu yang lebih cepat di saat kita terkejut barada dihari dua puluh Ramadhan ,maka dari itu jangan ada waktu yang tersisa ini untuk perbuatan yang sia-sia, apalagi perbuatan dosa pada Allah SWT.

Allah memberikan kemuliaan pada kita selaku insan yang di jadikan sebagai mahluk allah untuk layak mengemban amanah, risalah  Allah SWt di dalam Al-Qur’an menjelaskan. ’Allah menawarkan amanah kepada langit,bumi dan gunung, akan tetapi tidak menerima  amanah  tersebut,bahkan mereka takut untuk mengemban amanah itu, ketika langit bumi dan gunung tidak menerima amanah Allah, maka manusia turun untuk menerima amanah tersebut sayangnya manusia sejak semula adalah mahluk yang menzalimi dirinya, tidak mengetahui potensi dirinya, sebagai manusia ,sebagai mahluk yang telah di persiapkan oleh Allah untuk mengemban amanat besar dan di jadikan wakil Allah di muka bumi. Sebagai mahluk yang menzalimi diri, tidak mengetahui potensi diri apakah suatu sikap karena allah memberikan amanah-nya kepada manusia …? tentu saja tidak. Allah memberikan amanah kepada manusia di dunia sebagai kholifah di muka bumi karena itu suatu suatu kehormatan bagi manusia akan tetapi manusia lupa, tidak memeperhatikan, mengabaikan  akan potensi dirinya, sehingga dia berbuat sesuatu yang menyebabkan dirinya cenderung terzalimi ,jadi menerima amanah allah suatu kemuliaan bagi manusia, tapi pada kenyataanya manusia tidak konsekuen dengan amanah tersebut dari sejak generasi pertama manuasia mulai dari nabi adam sudah terjadi hal tersebut, manusia perlu mengetahui apakah amanah yang di tawarkan Allah tersebut…? amanah itu adalah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab oleh manusia dengan kehendaknya sendiri dengan pilihanya sendiri, apabila  dia konsekuen dengan pelaksanaan tersebut maka dia akan mengalami kesempurnaan yang tak terbatas dan sedekat mungkin dengan Allah, akan mencerminkan keniscayaan Tuhan, akan mewakili tugas Tuhan. begitu pula dengan sebaliknya  apabila dia  mengabaikan amanah tersebut maka dia akan menagalami penurunan dari kesempurnaan, dia sebagai insan kamil manusia sempurna dan jauh dari Allah SWT. Itulah kedudukan yang tak terbayangkan oleh manusia dengan Tuhanya. Manusia yang menerima Amanah Allah SWT akan terbagi dalam tiga kelompok, kelompok munafikin: menerima amanah-nya akan tetapi mengingkari ,kelompok musrikin: menerima amanah tapi mengingkari bahkan mneyekutukan Tuhan dan kelompok mukminin :kelompok yang taat, bertanggung jawab, dan menggunakan fitrahnya (Akal pikiranya) atas amanah Allah yang di berikan kepada manusia.

Pada dasarnya Allah menciptakan alam semesta untuk manusia dalam rangka untuk menguji manusia itu sendiri, bisa jadi manusia itu ingkar, menyekutukan-Nya atau justru bertanggung jawab terhadap ciptaan Allah. saat itulah kita akan dihadapkan dengan hawa nafsu untuk mnghadapi ujian tersebut, kita akan megarahkanya pada perbuatan baik atau mengarahkanya pada perbuatan buruk, perlu kita ketahui bahwa kekuatan hawa nafsu dapat mengingkari keberadaan-Nya disaat kita meyakini dan beramanah kepada-Nya  ia juga akan berbuat dosa jika hawa nafsu mengalahkan akalnya, manusia bisa terjatuh dalam keburukan dan maksiat karena justru pada saat dia mendapatkan karunia Allah SWT. Ketika Allah menutupi Aib dan dosa yang ia lakukan bukankah itu sebuah karunia Allah, kabaikan Allah, Allah tidak memberitakan Aib dan keburukan kita kepada khalayak bukankah itu juga karunia-Nya..? manusia terkadang terkecoh di saat dia berbuat kebaikan dia juga pernah  bermaksiat di saat kita sedang sendiri tanpa ada seorang pun yang melihat, tapi Allah menutupi aibnya kepada manusia, terkadang manusia lupa akan karunia tersebut bahkan dia bisa jadi semakin berbuat maksiat karena dia tahu Allah memberikan karunia dengan menutupi aib dari perbuatan tersebut, terkadang manusia malakukan perbuatan dosa disaat dia mengerti Allah akan mengampuni pada saat dia akan bertoubat, seorang mukmin yang akan berlaku konsekuen menunaikan amanah Allah tentu punya kecemasan, punya kekhawatiran bahwa jalan ini tidak mudah untuk di tempuh, Imam Ali pernah mengatakan bahwa tidak mudah jalan menuju Allah , di dalam do’anya dia pernah mengatakan

wahai dunia jika engkau ingin mendekat kepadaku, aku telah menceraikan engkau tiga kali dan tidak akan pernah rujuk padamu, wahai dunia.. umurmu pendek, nilaimu sangat rendah, betapa jauh serta mengerikanya jalan yang harus aku tempuh dan betapa sedikitnya bekal yang aku bawa

 Ali bin Abu Thalib seorang manusia suci mengatakan demikian, bagaimana dengan kita yang tidak punya apa-apa, belum punya catatan yang berarti di sisi allah SWT, tidak dalam hal ibadah, tidak dalam hal berhubungan sosial, tidak dalam hal apapun, belum punya catatan baik disisi Allah SWT. Seorang mukmin akan khawatir bahwa jangan-jangan ia gagal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab Allah setiap mukmin akan ragu dan khawatir akan kalah di hadapan hawa nafsunya, bahwa ia akan kalah dengan godaan-godaan setan, kedaan setiap mukmin seharusya sedemikian, untungnya Allah SWT mengantisipasi keadaan seperti ini, Allah memberikan jalan keluar kepada kita setiap insan yang punya komitment, keinginan untuk menunaikan amanat Tuhan, untuk melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab yang Allah bebankan atas manusia dan kita yang mengkhawatirkan jadi gelisah jangan-jangan kita mengalami jatuh bangun di dalam melaksanakan kewajiban – kewajiban Allah, Allah memberikan jalan keluar dengan menetapkan toubat sebagai cara untuk menghapus kekurangan-kekurangan, dan dosa dosa yang ada pada diri kita, manusia yang terkadang tidak berhasil memanfaat karunia Allah justru menggunakan karunia Allah untuk bermaksiat kepada Allah sebagai cara terakhir untuk kembali kejalan yang benar, Allah menetapkan Taubat untuk menghapus semua dosa dan pelanggaran yang pernah manusia lakukan, itulah kenapa taubat menjadi hal yang penting karena segala-nya belum berakhir selama maut atau kematian belum menjemput manusia, taubat seperti ini yang harus kita pahami untuk kita lakukan di malam lalilatul Qadar, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali kepada-Nya dan tidak memberikan batas waktu sedikitpun, kesempatan yang Allah berikan sepanjang-panjangnya selama engkau masih bernafas, engkau punya kesempatan untuk bertaubat  di riwayatkan dalam riwayat Imam bagir as. bahwa nabi Adam pernah mengelukan keadaanya di hadapan Allah SWT Adam berkata kepada Tuhanya yaa Allah..engkau menguasakan setan atasku dan atas anak keturunanku bahkan engkau lewatkan gangguan setan melalui saluran darah kita, jadikan sesuatu untuk menghadapi kondisi sesulit ini, Allah berkata kepada Adam ‘Wahai adam’ aku memberikan sarana kepadamu untuk menghadapi godaan setan ‘Wahai Adam’ aku tetapkan dari anak-anakmu apabila ada yang berkeinginan untuk berbuat dosa aku tidak akan mencatatnya sebagai perbuatan dosa selama ia belum melakukan perbuatan tersebut ,dan sebaliknya apabila ada yang berleinginan untuk melakukan amal kebaikan, meskipun dia tidak melakukanya maka akan di catat sebagai kebaikan, dan apabila dia malaksanakan amal kebaikan tersebut maka bukan satu kebaikan yang akan dicatat oleh Allah melainkan Allah akan memberikan berpuluh-puluh kebaikan kepadanya , ‘cukup wahai Adam’, Adam mengatakan tambahi lagi ya Allah ‘Wahai Adam’ Apabila ada dari putaramu yang berbuat kejahatan tapi kemudiam ia meminta ampun  maka aku akan menagmpuni dia, Apakah itu cukup wahai Adam,  Adam berkata tambahi lagi ya Allah , ‘Wahai Adam’ aku tetapkan bahwa anak-anakmu bisa bertaubat dan aku bentangkan kesempatan taubat sampai ketika nafas berada di tenggorokan anakmu,  cukup wahai Adam , Adam menjawab cukup ya Allah bahwa dengan semua kesulitan yang akan di hadapi oleh semua insan yang ingin melaksanakan tugas dan tanggung jawab dari sisi Allah ada jalan keluar untuk mengahadapinya dan jalan keluar itu tidak di batasi sampai nafas terakhir berada pada tenggorokan manusia hal serupa juga di riwayatkan oleh rasulullah SAWW ketika beliau bersabda barang siapa yang bertaubat kepada Allah setahun sebelum kematianya  maka Allah makan menerima taubatnya, bukan hanya setahun, tapi barang siapa yang akan bertauba tsebulan sebelum kematianya, Allah akan menerima taubat tersebut, tidak hanya sebulan walaupun seminggu, sehari, bahkan barang siapa yang bertaubat pada saat ia sendiri melihat malaikat maut menjemputnya, maka ia akan di terima taubatnya, ini karunia besar bagi munusia bahwa faktor kematian manusia yang membatasi taubat, hanya saja siapa yang akan berani bahwa dia tahu kapan akan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Berapa banyak dari kawan-kawan kita yang apabila kita di tanya apakah mungkin orang tersebut akan menghadapi ajalnya dia saat dia dalam kondisi menikmati masa mudanya kemudian  maut menjemputnya, karunia ini sangatlah luar biasa dan apabila kita mengabaikanya kita akan di jauhkan dengan rahmat Allah yang lainya  [Di tulis berdasarkan Transkrip ceramah Ust. Zahir Yahya pada malam lailatul Qadar]


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: