Alif News


PANDANGAN RAHBAR TENTANG WILAYATUL FAQIH DI DEPAN MAHASISWA
19 Oktober 2011, 12:31 pm
Filed under: Rahbari | Tag:

RAHBAR

SUMBER IRIB.IR Pemimpin Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya di hadapan ribuan mahasiswa Kermanshah, hari Ahad (16/10/2011) menjelaskan pengertian sebenarnya Wilayatul Faqih yang biasa diistilahkan dengan otoritas ulama. Seraya menyinggung definisi Wilayatul Faqih menurut pandangan Imam Khomeini ra, Rahbar mengatakan, “Menurut pandangan Imam Khomeini ra, Wilayatul Faqih adalah manejemen yang hidup. Figur Imam Khomeini ra merupakan fenomena sempurna yang sesuai dengan substansi Wilayatul Faqih.”
Seraya menyinggung sejumlah pihak yang berupaya menyimpangkan pengertian Wilayatul Faqih, Rahbar mengatakan, “Sejumlah pihak berusaha menginterpretasi pengertian Wilayatul Faqih sebagai bentuk ketidakpedulian atas undang-undang dan aturan. Akan tetapi Imam Khomeini yang berkeyakinan pada Wilayatul Faqih mutlak, adalah figur yang justru lebih berkomitmen di banding lainnya dalam menjaga undang-undang, prinsip, dasar dan hukum-hukum syariat.”
Rahbar dalam menjelaskan pengertian Wilayatul Faqih dalam pandangan Imam Khomeini ra, mengatakan, “Jika semua syarat telah hilang, kepemimpinan akan tercopot dengan sendirinya meski siapapun tak mencopotnya. Ini menunjukkan bahwa masalah ini mempunyai aspek penting yang beragam.”
Dalam pidatonya, Rahbar menyebut Wilayatul Faqih sebagai menajemen makro yang sangat bernilai karena bertanggung jawab langsung pada tiga badan penting sistem pemerintah Islam, yudikatif , legislatif dan eksekutif. Selain itu, Wilayatul Faqih berfungsi memantau semua aktivitas pejabat dalam kerangka gerakan sistem yang universal. Untuk itu, Wilayatul Faqih tak akan memberikan peluang kepada para pejabat untuk menyimpangkan pemerintahan Islam ke hal yang tidak benar.
Seraya menyinggung keputusan seseorang yang berseberangan dengan pemimpin atau Wali Faqih, Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei mengatakan, “Para pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif menjalankan tugas-tugas mereka dengan wewenang penuh dan legal. Ada kemungkinan mereka mengambil langkah yang berseberangan dengan Rahbar. Akan tetapi Rahbar tidak mempunyai hak untuk campur tangan, kecuali kebijakan yang diambil menyimpang dari garis Revolusi Islam.”
Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: