Alif News


Catatan kecil Sampang
12 September 2012, 10:11 am
Filed under: Aktualita

catatan ini di dapatkan dari posting facebook ustad kami abdillah ba’bud

Sampang, 27 Agustus 2012.

Untuk para kyai dan pejabat yang terlanjur dihormati di Sampang,

Cobalah semayamkan diri sampean dalam i’tikaf malam-malam. Hitunglah hubungan-hubungan global maupun parsial. Kaitan-kaitan makro maupun mikro, sentuhan-sentuhan permanen ataupun temporer, antara hening dan riuh.

Cobalah engkau buka dan arahkan mata dan hati sampean untuk menukik tajam pada fakta aktual tentang kerusuhan dan keberingasan anak-anakmu itu.

Apakah sampean-sampean memiliki kesanggupan untuk memaknai ini semua?
Mampukah sampean yang sudah terlanjur menjadi tokoh yang semestinya bersifat mengatasi kepentingan-kepentingan subyektif diri dan golongan sendiri demi kepentingan yang lebih tinggi? Yakni kepentingan kolektif, kepentingan bangsa secara menyeluruh, kepentingan kerakyatan dan kemanusiaan, dan kalau perlu kepentingan nilai ilahiah yang seharusnya memang dijunjung tinggi – sesuai dengan janji dan gaya sampean sehari-hari?

Dibidang politik sampean boleh menolong golongan manapun, asalkan pertolongan sampean itu berorientasi pada kepentingan seluruh bangsa. Sampean boleh membantu pihak manapun asalkan bantuan itu sampean efektifkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Sampean bahkan dianjurkan untuk menolong dan membantu pihak manapun asalkan pertolongan dan bantuan itu bisa sampean temukan relevansi dan idealistiknya dengan nilai-nilai universal keilahian. Baca lebih lanjut

Iklan


KTT GNB di Iran punya pengaruh besar terhadap garakan kaum tertindas di dunia Islam
6 September 2012, 11:30 am
Filed under: Aktualita

Gerakan Non Blok sebagaimana organisasi lainnya dipengaruhi oleh peran besar para tokoh pendirinya. Empat pendiri GNB, Presiden Indonesia Ahmad Soekarno, Presiden Mesir Gamal Abdol Nasser, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dan Presiden Yugoslavia, Yosep Broz Tito dan Kwame Nkrumah dari Ghana. Kelima negara itu memiliki pengalaman buruk selama bertahun-tahun dijajah negara maju. Rakyat negara itu berjuang merebut kemerdekaannya dari tangan imperialis. Mereka juga menegaskan sikap independen dari berbagai ketergantungan terhadap salah satu blok, baik timur maupun Barat.

Para tokoh itu merupakan pemimpin politik pertama negara mereka masing-masing setelah merdeka dari cengkeraman penjajah. Selain berperang melawan penjajah, dan mereka juga aktif melancarkan gerakan anti Imperialisme di kancah internasional. Tahun 1945 hingga 1955 menjadi momentum perlawanan politik keempat negara itu melawan penjajah hingga meraih kemerdekaannya.

Dengan spirit itu, para pendiri GNB mengemukakan sejumlah masalah yang paling mendasar  yaitu: prinsip saling menghormati integritas teritorial;  menjaga perdamaian; meredakan friksi di level internasional akibat friksi blok Timur dan Barat; tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain; perjanjian non-agresi dengan tidak menyerahkan pangkalan militer kepada salah satu blok, mendukung piagam PBB dan perlucutan senjata melalui pengawasan internasional. Dengan demikian maksud dan tujuan dari didirikannya gerakan non blok adalah memperjuangkan hak bangsa-bangsa dunia demi mewujudkan perdamaian dan keamanan melalui partisipasi aktif dalam masalah internasional.

Persaingan antara dua kekuatan adidaya dunia, blok Timur Uni Soviet  dan Barat AS menyeret negara-negara lain  di kawasan Eropa, Asia, Afrika, bahkan sesama anggota PBB sendiri saling bermusuhan yang melebarkan terjadinya friksi global. Salah satunya adalah persaingan kedua blok itu di bidang militer. Ketika itu dunia berada dalam atmosfir perang dingin antara blok Timur dan blok Barat. Baca lebih lanjut