Alif News


MINORITAS BERISIK VS MAYORITAS SENYAP
8 April 2016, 7:49 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum

Demonstrasi yang dilakukan beberapa oknum masyarakat yang mengatasnamakan Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) kembali terjadi di Bangil (1/4/2016). Kali ini sasarannya Milad (peringatan hari kelahiran) Sayyidah Fatimah az-Zahra’ binti Muhammad Rasulullah saw.

Mereka menolak acara tersebut dengan alasan demi menjaga “kehormatan” Sahabat Nabi (?) Tak tahulah, alasan macam mana pula itu, kata orang Batak. Saya tidak akan mengelaborasi alasan yang mereka ajukan, tulisan ini hanya ingin menyoroti strategi “atasnama” yang selalu mereka gunakan setiap kali melakukan tindakan anarkis terhadap kelompok lain.

Kalau dilihat dari karakter pendemo dan penggeraknya, setali tiga uang dengan yang pernah terjadi di Bogor (dalam kasus pelarangan Asyuro) beberapa waktu yang lalu. Kelompok minoritas intoleran ini selalu menggunakan Aswaja sebagai “baju” demi mendapatkan sentimen positif dari kelompok mayoritas muslim di Indonesia yang menganut mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Dengan memobilisasi isu “sesat”, kelompok ini begitu berisik berbicara dimana-mana, meminjam istilah Kang Ridwan Kamil. Baik di medsos maupun di mimbar-mimbar pengajian, mereka mengklaim sebagai kelompok yang paling representatif berbicara atas nama Islam.

Baca lebih lanjut



Dapatkah Pemkab Sampang Mengembalikan Korban Anarki klaim Aliran sesat seperti Sedia Kala….?
16 Januari 2012, 10:14 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum


Aksi Protes Terhadap Kinerja Kejaksaan Negeri Lumajang
30 September 2009, 9:21 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum

01

Setelah Jumanto di kirim ke LAPAS lumajang kemarin, keesokan harinya beberapa pendukung Jumanto yang juga di hadiri oleh Koordinator Format jawatimur Syafrul Anam melakukan unjuk rasa protes keras terhadap Kinerja Kejaksaan negeri lumajang yang proses penahanannya  kembali tidak sesuai dengan prosedur. Di dalam orasinya  Mereka pun memaksa agar Kajari Lumajang Suseno keluar dan di minta untuk belajar kembali keterkaitan dengan hukum, mereka juga tidak puas tuntutan jaksa yang di tujukan kepada jumanto tentang korupsi Program Pengembangan Ekonomi Sosial Masyararakat (P2SEM) di lumajang, sambil berteriak para pendemonstran itu meminta agar suseno  keluar dari kantor kejaksaan. Baca lebih lanjut



Pengkavlingan tanah sengketa, salah siapa?
7 Agustus 2009, 7:19 pm
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum | Tag:
tampak belakang tanah dan rumah yang sudah di bangun warga

Tanah & Rumah yang Sudah Dibangun Warga

Berawal dari pengaduan salah satu warga kelurahan Magunharjo yang menurut keteranganya bahwa pengkavlingan tanah yang ada di jalan Kpt Pattimura gang tanjung akan di buatkan akte jual beli asalkan masyarakat mau menambah uang pembayaran sebesar 2.000.000,- per kaplingnya. Hal tersebut sudah menjadi kesepekatan sebagian besar warga, tanpa menghiraukan bagaimana proses pembuatan akte, warga jl Pattimura gang tanjung kel. Mangunharjo sebagian sudah mempersiapkan biayanya dengan alasan status tanah kavling bersertifikat  akan menjadikan nilai keabsahan hak miliknya, disisi lain warga juga di khawatirkan digusur jika surat – surat tanah tidak segera di lengkapi. Padahal menurut hukum apabila salah satu hak waris tidak menandatangani surat waris, maka untuk pembuatan akte tidak bisa terlaksana.  Baca lebih lanjut



BARAKHIRNYA AJAL SANG PENCARI BERITA AKIBAT ULAH KERABAT PEMERINTAH
26 Mei 2009, 7:55 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum

87292CB6DC97B88FE52B7C06427ADTujuh tersangka pelaku pembunuhan terhadap AA Narendra Prabangsa (43) wartawan Radar Bali ditangkap pihak kepolisian di tempat terpisah di sejumlah tempat di Kabupaten Bangli, Bali.Penangkapan terhadap mereka dilakukan secara maraton oleh petugas kepolisian sejak Minggu hingga Senin dinihari.

Kapolda Bali Irjen Pol T Ashikin Husein di Denpasar, Senin sore, mengatakan, pihaknya telah menetapkan tujuh tersangka atas kasus pembunuhan yang menewaskan korban Prabangsa.”Dari hasil penyelidikan, termasuk melalui tes DNA dan penelitian di laboratorium forensik dan yang lainnya, kami menetapkan tujuh tersangka pelaku dalam kasus tersebut,” katanya.

Mereka adalah I Nyoman Susrama adik kandung Bupati Bangli I Nengah Arnama yang dalam kasus ini selaku aktor intelektual.Selain aktor intelektual, dua tersangka diketahui telah bertindak sebagai eksekutor dalam pembunuhan itu, yakni I Nyoman Rencana dan I Komang GD Wardana.

Keduanya juga bertugas membuang mayat korban di dekat Pantai Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali.Empat tersangka lain yaitu Komang Gede berperan sebagai penjemput korban, Dewa Sumbawa sebagai sopir Susrama, serta Endy dan Jampes sebagai tukang bersih darah korban yang berceceran, baik di tempat “eksekusi” maupun di mobil yang digunakan membuang mayat korban. Baca lebih lanjut



KOMENTAR RAKYAT CILIK TERHADAP PENEGAK HUKUM
26 Mei 2009, 7:33 am
Filed under: Advokasi dan Perlindungan Hukum | Tag:

Logo BBH

Apa yang menjadi biang keladi begitu suburnya praktik korupsi di negeri ini? Jawabannya, karena kalangan birokrat masih belum serius membasmi praktik korupsi tersebut. Bahkan peran oknom aparat penegak hukum juga pengacara yang seharusnya menjadi tumpuhan harapan publik dalam memberantas praktik korupsi justru tidak dilakukan secara optimal. Apa yang mereka lakukan tidak lebih sebagai adegan dalam sinetron semata.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kalangan birokrat, dari pusat hingga daerah, berlomba-lomba merampok uang rakyat tanpa rasa malu dan bersalah.

Menurut Mohammad Hadun pengacara yang aktif dipergerakan ini mengatakan. Media massa memang banyak memberitakan birokrat didakwa melakukan tindak pidana korupsi. Namun sayangnya, belum terdengar berapa jumlah koruptor yang ditangkap dan dikerangkeng di bui. Kondisi ini membuat masyarakat perlu terus mengawal proses pemeriksaan terhadap oknum tersangka bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Baca lebih lanjut