Alif News


MENGAKU UMAT ISLAM DENGAN MENYESATKAN SAUDARANYA SE-AGAMA
5 November 2013, 4:37 pm
Filed under: Hikmah

PIC-00006Tahun Baru Hijriah merupakan tahun baru bagi umat Islam yang pada bulan Muharram tersebut banyak kejadian bersejarah diantaranya

Baca lebih lanjut



MENYAJIKAN MALAM LAILATUL QADAR DENGAN TOUBAT
24 Agustus 2011, 3:16 pm
Filed under: Hikmah | Tag:

MALAM PENENTUAN PAHALA

By : Idhem

Di malam lalitul qadar setiap manusia menginginkankan agar hidayah dapat menghampirinya, tapi ibadah apa yang kita banggakan dari amalan per buatan kita sendiri..?, praktis tidak ada. Di saat kita dihadapkan dengan Allah SWt, terlalu berani jika seseorang  mengandalkan ibadah shalatnya yang serba kurang, shalatnya yang dilakukan tidak dengan secara khusuk atau shalatnya yang sering dilakukan di akhir waktu. terlalu berani seseorang mengandalkan nasibnya hanya dengan gerak gerik yang kita lakukan terkadang jauh dari substansi dan hakikat sholat itu sendiri, sebagaimana kita tidak bisa menggantungkan dan mengandalkan amal perbuatan kita yang lain yang serba sedikit dan serba tidak berarti, yang seringkali kita lakukan tidak tulus untuk Allah SWT, oleh sebab itu para pecinta dan pengikut ahlulbait lebih mengandalkan cinta mereka kepada wujud suci Amirul Mu’mini Ali bin abu thalib, kecintaan yang tulus, rasa duka dan sedih pada saat mereka tertimpa musibah, bisa menjadi alasan Allah SWt untuk memandang kita semua di malam lallatul Qadar ini, kita  panjatkan kehadiratnya ya Allah, sungguh hamba mu tidak bisa mengandalkan sesuatu dari amal perbuatanya, tapi kecintaanku kepada ahlul bait, cintaku kepada Ali bin abu thalib, rasa sedihku dan tangisanku di malam kesyahidan beliau adalah pertanda cinta yang tulus karena cinta itu adanya di dalam hati, mungkin orang lain tidak pernah atau bahwa kita sedih pada saat kesedihan ahlulbait dan juga tentu senang pada saat kesenangan mereka, perasaaan itu pasti perasaan yang tulus dan itulah yang bisa kami harapkan, bahwa di hari kiamat kelak ketika seseorang tidak bisa mengandalkan sesuatu apapun yang pernah ia lakukan di dunia Allah akan memberikan keselamatan pada kita karena  kecintaan tersebut, oleh sebab itu kondisi seperti ini patut kita syukuri  betapa banyak orang-orang yang sama sekali tidak memperhatikan bahwa di tanggal 19 ramadhan ada wujud suci pendamping rasulullah SAWW yang mengakhiri hayatnya dengan sangat menyedihkan di pukul kepalanya di saat beliau mendirikan shalat di mihrabnya dan harus mengakhiri hayatnya di saat umat membutuhkan beliau, banyak diantara kaum muslim yang tidak tau apalagi memberikan perhatian pada peristiwa tersebut, maka dari itu sangatlah pantas jika para pecinta ahlul bait memperingati acara syahadah beliau, kepada musibah yang menimpa Ali Bin Abu Thalib, sebagaimana pula kita patut mensyukuri bahwa Allah SWT masih memberikan taufik kepada kita untuk tetap hidup sampai bulan Ramadhan yang sekarang, ini merupakan kesempatan  luar biasa yang layak bagi seseorang untuk bersyukur karenanya berapa banyak dari kawan kita yang pada tahun yang lalu ada bersama kita  tahun ini tidak lagi bersama kita, semoga itu menjadi alasan bagi Allah SWT untuk menambah kenikmatanya kepada kita apabila kalian bersyukur maka kami akan menambah kenikmatan pada kalian maka dari itu jangan pernah mengabaikan kenikmatan Allah sekecil apapun. Baca lebih lanjut



Imam Ali as – Teladan Insan Beriman
4 Desember 2009, 6:47 am
Filed under: Cermin, Hikmah | Tag:

Mawla Ali - Ali Mawla

Imam Ali pernah berkata: “Demi Allah, aku bersumpah, andaikan aku dipaksa tidur di atas duri-duri padang pasir, atau aku dibelenggu kemudian dipendam hidup-hidup dalam tanah, sungguh ini semua lebih baik daripada aku berjumpa Allah dan Rasulnya di hari Kiamat sementara aku pernah berbuat zalim kepada hamba-hamba Allah.”

Ayatullah Murtadza Mutahhari, pemikir besar Iran tentang zuhud Imam Ali berkata: “Dalam pribadi Imam Ali, antara zuhud dan tanggungjawab sosial bertemu. Imam Ali adalah seorang yang zuhud sekaligus orang yang paling peka terhadap tanggungjawab sosial. Beliau termasuk orang yang paling sukar tidur ketika menyaksikan ketidak adilan atau mendengar rintihan orang-orang kecil. Beliau tidak pernah mengenyangkan perutnya selama ada orang-orang yang lapar di sekitarnya.”

George Jordac penulis Nasrani asal Libanon, dalam hal ini menuliskan: “Imam Ali jujur dalam zuhudnya. Dalam semua perbuatannya dan apa yang keluar dari hati dan lidahnya tak lain adalah kejujuran. Beliau zuhud dalam menghadapi kenikmatan dunia, beliau tidak mengharap mendapat pemberian dalam memerintah. Beliau merasa cukup hidup dengan putra-putrinya dalam rumah kecil dan memakan roti yang dibuat dari tangan istrinya sendiri. Dan sementara beliau menjabat sebagai Khalifah, beliau tidak memiliki pakaian untuk menahan hawa dingin….. hal ini merupakan derajat yang tertinggi dari kebersihan jiwa.”

Bagaimana halnya dengan kita yang mengaku sebagai pencinta & pengikut jalannya? Baca lebih lanjut



Buruk Sangka Kok Dipelihara!
2 Desember 2009, 9:14 pm
Filed under: Hikmah | Tag: ,

Jangan Mudah Buruk Sangka!

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu mempergunjingkan sebagian yang lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujurat: 12)

Buruk sangka dapat:  melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara… (Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib as) Baca lebih lanjut



Retakan Ka’bah yang Tak Mampu Ditutupi oleh Wahabi
25 November 2009, 11:24 pm
Filed under: Hikmah, Yang Unik-Unik | Tag: , ,

Setiap tanggal 13 Rajab, bertepatan dengan hari kelahiran Imam Ali (as) retakan di Ka’bah terbelah kembali yang mana di bagian tersebut mengeluarkan aroma harum yang tidak ada di bagian lain dinding Ka’bah.

Retakan Ka'bah (1)

Lihatlah retakan di Ka’bah terbuka setiap tahun tepat dimana Fathimah Binti Asad keluar dari Rukn al Yamani setelah selama 3 hari ia tinggal di dalam Ka’bah. Bukti dan fakta retakan lebih jelas dari dalam Ka’bah (sebagaimana yang dikatakan Dr. Tarik al Katib, salah seorang yang bersama kelompoknya masuk ke dalam Ka’bah untuk “menyembunyikan” retakan tersebut).

Kami mendapati bahwa :

Retakan Ka'bah (2)

Retakan Ka'bah (2)

1. Retakan tersebut terbuka /terbelah kembali setiap tahun (pada malam kelahiran Imam Ali (as) walaupun mereka berusaha menutupinya.
2. Retakan/belahan tetap terbuka walaupun setelah Ka’bah di bongkar oleh Bani Umayah (LA).
3. Aroma wangi yang keluar dari retakan tersebut tidak ada di bagian lain Ka’bah.
4. Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah (saww) menyentuh Rukn al Yamani.
5. Testimoni Tarik al Katib dan dari berbagai ulama sangat jelas sebagai bukti kebenaran tsb.

Lihatlah bagian bahu luar, depan dan tempat menyandarkan badan adalah bukti apa yg Dr. Tarik Al Katib katakan (ini adalah bukti bahwa Fathimah binti Asad keluar dari Ka’bah melalui bagian tersebut).

Lihatlah bagian retakan tersebut setelah berusaha ditutupi.

Mereka berusaha menambal dan menggunakan mur, dan lain sebagainya. Namun dengan kehendak Allah, ternyata upaya tersebut sia-sia belaka. Karena terbukti, retakan itu masih saja ada, dan muncul kembali bertepatan dengan hari kelahiran Imam Ali (as).

Semoga kita beroleh hikmah dari pertanda kebesaran & kekuasaan Allah ini.

Sumber: http://www.fatemya.org/hashemya51/2.html



Hadits ‘Silsilah Mata Rantai Emas’
19 November 2009, 10:34 pm
Filed under: Hikmah | Tag: , ,

Ya Ali ibn Musa ar Ridha as

Suatu ketika Imam Kedelapan kita, Imam Ali ar-Ridha as melakukan perjalanan ke suatu kota yang bernama Naisyabur. Penduduk di kota ini meminta Imam Ali ar-Ridha as untuk mengajarkan kepada mereka beberapa hadits Nabi saw (Shallallahu ‘Alaihi Wa Alihi).

Imam Ridha menyampaikan kepada mereka hadits berikut ini:

“Dari ayahku Musa al-Kazhim as berkata kepadaku, dari ayahnya Ja’far ash-Shadiq as, dari ayahnya Muhammad al-Baqir as, dari ayahnya Ali Zainal Abidin as, dari ayahnya Sayyid Syuhada’ al-Husain as, dari ayahnya Ali bin Abi Thalib as, dari Rasulullah saw, dari Jibril as, dari Allah swt yang berfirman,
“Kalimat La Ilaha Illallah (tiada tuhan selain Allah) adalah benteng-Ku, dan barang siapa yang mengucapkannya akan memasuki benteng-Ku, dan barang siapa yang memasuki benteng-Ku akan selamat dari azab-Ku.” Baca lebih lanjut



Sebaik-baik Sedekah [Kisah Hikmah Keluarga Suci Nabi]
19 November 2009, 8:45 pm
Filed under: Cermin, Hikmah, Taklif | Tag: , , , ,
Ya Ja'far Ibn Muhammad

Ya Ja'far Ibn Muhammad

Pada suatu waktu, seorang fakir pernah meminta bantuan kepada Imam Ja‘far as. Lalu beliau berkata kepada pembantunya, “Apa yang ada padamu?” Pembantu itu menjawab, “Kita punya empat ratus Dirham.”

Imam berkata lagi, “Berikanlah uang itu kepadanya!” Orang fakir itu mengambilnya dan pamit dengan segunung rasa syukur.

Imam meminta kepada pembantunya, “Panggil dia kembali!” Si fakir itu berkata keheranan, “Aku meminta kepadamu dan kau memberiku, lalu gerangan apakah Anda memanggilku kembali?”

Imam berkata, “Rasululah saw bersabda, ‘Sebaik-baik sedekah adalah yang membuat orang lain tidak butuh lagi.’ Dan kami belum membuat kamu merasa tidak butuh lagi. Maka, ambillah cincin ini. Harganya 10 ribu dirham. Jika kamu memang memerlukan, juallah cincin ini dengan harga tersebut.”

Mari kita sama-sama mengingat, semenjak kita hidup, pernahkah kita lakukan hal serupa?

Bila belum, andaikata Allah kembali mengaruniai kita kesempatan yang sama pada hari-hari mendatang, apakah kita masih tetap akan menyia-nyiakannya?



Mengenang Imam Jawad as: Teladan Ilmu & Kedermawanan
18 November 2009, 5:22 pm
Filed under: Cermin, Hikmah, PHBI Ahlul Bayt | Tag: ,

Untuk mengenang pribadi suci yg pada bulan ini kita peringati hari syahadah beliau, Imam Muhammad Taqi Al Jawad as, berikut kami postingkan tulisan singkat mengenai Sang Teladan Sejati dalam hal Ilmu & Kedermawanan ini.
Mudah-mudahan kita semua mendapatkan hikmah darinya.

Salam atasmu Imam Jawad as

Setelah Imam Ridha as gugur syahid, tampuk keimamahan berada di pundak Imam Jawad as yang saat itu masih anak-anak. Peristiwa itu mengingatkan kita pada pengangkatan Isa as sebagai nabi saat usianya masih anak-anak atau pun nabi Yahya as yang diangkat sebagai nabi saat ia masih remaja.

Peristiwa itu merupakan juga bukti kebesaran Allah swt. Dengan izin-Nya, Allah swt bisa mengaruniakan kesempurnaan dan kematangan akal pada sebagian hamba-Nya meskipun dalam usia yang masih belia.

Ali bin Asbath menuturkan, “Suatu hari aku melihat Imam Jawad as.  Dengan cermat, aku menatap sekujur tubuhnya,  sehingga aku nanti bisa menceritakan sifat-sifat beliau kepada para pecintanya di Mesir.  Dalam hatiku aku berpikir,  bagaimana mungkin seorang yang masih berusia sangat muda,  mampu menjawab soalan ilmiah dan agama yang paling sulit dan pelik serta menjadi jalan keluar pemikiran?” Baca lebih lanjut



Strategi Bertindak Merubah ‘Nasib’
18 November 2009, 2:26 pm
Filed under: Cermin, Hikmah, Spirit | Tag: ,

Pilih Pintu Masuk yg Tepat

Seorang pria yang sedang mengalami masalah keuangannya memutuskan untuk menghubungi seorang ahli keuangan terkenal. Mereka membuat janji untuk bertemu.

Pada hari yang ditentukan, pria tersebut memasuki ruang tunggu kantor sang penasihat keuangan. Anehnya, ia tidak disambut oleh seorang resepsionis sebagaimana umumnya. Justru di hadapannya ada dua pintu. Pintu pertama tertulis : ‘merasa payah dalam pekerjaan’, sedangkan pintu yang kedua tertulis : ‘merasa enjoy dalam pekerjaan’. Baca lebih lanjut