Alif News


Imam Ali as – Teladan Insan Beriman
4 Desember 2009, 6:47 am
Filed under: Cermin, Hikmah | Tag:

Mawla Ali - Ali Mawla

Imam Ali pernah berkata: “Demi Allah, aku bersumpah, andaikan aku dipaksa tidur di atas duri-duri padang pasir, atau aku dibelenggu kemudian dipendam hidup-hidup dalam tanah, sungguh ini semua lebih baik daripada aku berjumpa Allah dan Rasulnya di hari Kiamat sementara aku pernah berbuat zalim kepada hamba-hamba Allah.”

Ayatullah Murtadza Mutahhari, pemikir besar Iran tentang zuhud Imam Ali berkata: “Dalam pribadi Imam Ali, antara zuhud dan tanggungjawab sosial bertemu. Imam Ali adalah seorang yang zuhud sekaligus orang yang paling peka terhadap tanggungjawab sosial. Beliau termasuk orang yang paling sukar tidur ketika menyaksikan ketidak adilan atau mendengar rintihan orang-orang kecil. Beliau tidak pernah mengenyangkan perutnya selama ada orang-orang yang lapar di sekitarnya.”

George Jordac penulis Nasrani asal Libanon, dalam hal ini menuliskan: “Imam Ali jujur dalam zuhudnya. Dalam semua perbuatannya dan apa yang keluar dari hati dan lidahnya tak lain adalah kejujuran. Beliau zuhud dalam menghadapi kenikmatan dunia, beliau tidak mengharap mendapat pemberian dalam memerintah. Beliau merasa cukup hidup dengan putra-putrinya dalam rumah kecil dan memakan roti yang dibuat dari tangan istrinya sendiri. Dan sementara beliau menjabat sebagai Khalifah, beliau tidak memiliki pakaian untuk menahan hawa dingin….. hal ini merupakan derajat yang tertinggi dari kebersihan jiwa.”

Bagaimana halnya dengan kita yang mengaku sebagai pencinta & pengikut jalannya? Baca lebih lanjut



Sayyid Ali Khamene’i: Tentang Yaumul Ghadir
3 Desember 2009, 8:39 pm
Filed under: PHBI Ahlul Bayt, Rahbari | Tag: , ,

Sy Ali Khamene'i

 
Peristiwa Ghadir [1]
 yang Bersejarah
Mengenai asal peristiwa Ghadir, mereka yang menyukai kajian sejarah hendaknya tahu bahwa Ghadir Khum adalah peristiwa yang memang benar-benar telah terjadi. Tak ada keraguan di sini.
 
Bukan hanya Syiah yang meriwayatkannya tetapi juga para muhaddits dari kalangan Sunni, baik para muhaddits  Sunni terdahulu maupun masa pertengahan dan kontemporer. Mereka menukil dan meriwayatkan kisah bersejarah ini. Peristiwa ini terjadi di tempat bernama Ghadir Khum pada waktu Nabi Muhammad Saw bepergian untuk melaksanakan Haji Wada’. [2]

Sebagian anggota rombongan besar Nabi Saw berjalan di depan dan telah mendahului beliau. Nabi Saw mengirim utusan dan meminta mereka untuk kembali. Beliau sendiri memerintahkan rombongan yang bersamanya untuk berhenti di sana menantikan rombongan yang berada di belakang mereka. Terjadilah perkumpulan kolosal. Sebagian menyebutkan bahwa jumlah mereka 90 ribu orang, sebagian menyebut angka 100 ribu dan sebagian bahkan meyakini jumlah mereka yang hadir waktu itu mencapai 120 ribu orang. Baca lebih lanjut



Dukung & Sukseskan Iedul Ghadir 1430 H
28 November 2009, 7:59 pm
Filed under: PHBI Ahlul Bayt | Tag: , ,

Ied Ghadir Mubarak

Mohon Dukungan & Partisipasi Muhibbiners demi Kesuksesan Pelaksanaan Acara Peringatan Iedul Ghadir 1430 H

Waktu Pelaksanaan:

Sabtu, 18 Dzulhijjah 1430 H – 5 Desember 2009

Pukul: 12.00 WIB – Selesai

Lokasi Acara:

Aula Depag Kabupaten Probolinggo

Jl. Raya Lumajang – Utara Pom Bensin Sukoharjo

Nara Sumber / Pembicara:

Ustadz Abdillah Ba’abud – Malang

Penyelenggara:

Yayasan Islam Al Muhibbin – Probolinggo

Jawa Timur

Contact Person:

Ali Muhdor – 081 939 597 712



Retakan Ka’bah yang Tak Mampu Ditutupi oleh Wahabi
25 November 2009, 11:24 pm
Filed under: Hikmah, Yang Unik-Unik | Tag: , ,

Setiap tanggal 13 Rajab, bertepatan dengan hari kelahiran Imam Ali (as) retakan di Ka’bah terbelah kembali yang mana di bagian tersebut mengeluarkan aroma harum yang tidak ada di bagian lain dinding Ka’bah.

Retakan Ka'bah (1)

Lihatlah retakan di Ka’bah terbuka setiap tahun tepat dimana Fathimah Binti Asad keluar dari Rukn al Yamani setelah selama 3 hari ia tinggal di dalam Ka’bah. Bukti dan fakta retakan lebih jelas dari dalam Ka’bah (sebagaimana yang dikatakan Dr. Tarik al Katib, salah seorang yang bersama kelompoknya masuk ke dalam Ka’bah untuk “menyembunyikan” retakan tersebut).

Kami mendapati bahwa :

Retakan Ka'bah (2)

Retakan Ka'bah (2)

1. Retakan tersebut terbuka /terbelah kembali setiap tahun (pada malam kelahiran Imam Ali (as) walaupun mereka berusaha menutupinya.
2. Retakan/belahan tetap terbuka walaupun setelah Ka’bah di bongkar oleh Bani Umayah (LA).
3. Aroma wangi yang keluar dari retakan tersebut tidak ada di bagian lain Ka’bah.
4. Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah (saww) menyentuh Rukn al Yamani.
5. Testimoni Tarik al Katib dan dari berbagai ulama sangat jelas sebagai bukti kebenaran tsb.

Lihatlah bagian bahu luar, depan dan tempat menyandarkan badan adalah bukti apa yg Dr. Tarik Al Katib katakan (ini adalah bukti bahwa Fathimah binti Asad keluar dari Ka’bah melalui bagian tersebut).

Lihatlah bagian retakan tersebut setelah berusaha ditutupi.

Mereka berusaha menambal dan menggunakan mur, dan lain sebagainya. Namun dengan kehendak Allah, ternyata upaya tersebut sia-sia belaka. Karena terbukti, retakan itu masih saja ada, dan muncul kembali bertepatan dengan hari kelahiran Imam Ali (as).

Semoga kita beroleh hikmah dari pertanda kebesaran & kekuasaan Allah ini.

Sumber: http://www.fatemya.org/hashemya51/2.html